-->

Kronik Toggle

Menjiplak, Dosen Gorontalo Dipecat dari Tiga Jabatan

Gorontalo – Abdul Rahmat, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), diduga melakukan tindakan plagiat atau menjiplak karya orang lain. Penjiplakan yang dilakukan Abdul Rahmat adalah menulis dua artikel di koran Gorontalo Post, salah satu koran lokal setempat, tapi keduanya ternyata karya orang lain.

Artikel pertama berjudul “Profesionalisme Kepala Sekolah dalam Perbaikan Pendidikan” ditulis secara bersambung dan terbit pada tanggal 5–7 Mei 2011. Tulisan itu menjiplak karya asli berjudul “Kepala Sekolah Bervisi Kualitas Berkelanjutan”. Penulisnya adalah Dion Eprijun Ginanto, salah seorang staf pengajar di SMA 1 Batang Hari Jambi.

Tulisan kedua berjudul “Pendidikan Kapitalisme Semu” dimuat oleh Gorontalo Post edisi 23–25 Mei 2011. Tulisan aslinya berjudul “Pendidikan untuk Siapa? Sebuah Analisis Terhadap UU Nomor 23 Tahun 2003”. Penulis aslinya Muhammad Rizal Siregar, salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Graha Kirana, Medan.

“Dua tulisan Abdul Rahmat di koran itu 99,999 persen isinnya adalah plagiat. Hanya judulnya saja yang diubah,” kata Abbas Kaluku, dosen MIPA UNG, Jumat, 3 Juni 2011.

Menurut Abbas Kaluku, ketika Abdul Rahmat dimintai keterangan pihak kampus dan diperlihatkan tulisannya itu, yang bersangkutan mengaku telah melakukan penjiplakan. Yang kami takutkan, jangan-jangan sudah banyak karya orang lain yang dijiplak,” kata Abbas Kaluku.

Atas tindakannya, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Syamsu Qamar Badu, langsung memberhentikan Abdul Rahmat dari jabatannya sebagai Sekretaris Jurusan di Fakultasi Ilmu Pendidikan, Sekretaris Senat Universitas Negeri Gorontalo, dan Ketua Ikatan Penulis Indonesia.

“Saya sudah memberhentikannya dari tiga jabatan yang dia pegang di kampus,” kata Syamsu. “Abdul Rahmat juga juga kami larang menulis untuk sementara waktu.”

Sebelumnya, pada tahun 2010, dua orang dosen di UNG juga ketahuan melakukan tindakan plagiat. Dua dosen tersebut adalah Tinneke Wolok dan Radiah Hafid. Tindakan tidak terpuji yang dilakukan adalah menjiplak proposal riset.

CHRISTOPEL PAINO

*)Tempointeraktif, 3 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan