-->

Kronik Toggle

Perpustakaan Sekolah, Baru Enam Bulan Sudah Ambles

d835c03eca8e16abd41da054b6b1cae4

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Suara kayu patah terdengar keras di telinga Hairil, warga Jalan Sadewa 2 RT44 Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dia pun keluar rumah. Suara itu kembali terdengar dari arah bangunan perpustakaan SDN Pemurus Dalam 8.

Perpustakaan yang terletak di seberang bangunan utama sekolah itu ternyata ambles dan miring. Sebagian bangunan terendam. Maklum, bangunan berdinding bata dan berpondasi kayu ulin itu berada di atas rawa.

Menurut Hairil, Jumat (3/6), bangunan seluas tujuh meter kali delapan meter itu ambles, Kamis sekitar pukul 14.00 Wita. “Saya lalu memberitahukannya kepada pihak sekolah. Saat kejadian sekolah libur Kenaikan Isa Al Masih,” tambahnya.

Sekitar pukul 15.00 Wita, sejumlah guru datang. Mereka lalu menyelamatkan isi perpustakaan seperti buku dan satu komputer di ruang usaha kesehatan sekolah (UKS). Ruang UKS memang bergabung dengan perpustakaan.

Amblesnya perpustakaan, kata Hairil, berawal dari patahnya kayu penyangga di salah satu sudut bangunan. Akibatnya pondasi yang lain juga tak tahan menanggung beban dan ikut patah.

Amblesnya bangunan tersebut tentu sangat disayangkan. Apalagi menurut Hairil, baru sekitar enam bulan dibangun. “Sepengetahuan saya juga masih dalam tahap pemeliharaan,” katanya.

Berdasarkan pantauan BPost Group, bangunan tersebut masih baru. Ini terlihat dari cat biru kuning yang masih mulus menempel. Dana pembangunannya, menurut informasi sejumlah pihak, sekitar Rp 80 juta. Ini diambil dari Dana Swakelola Kementerian Pendidikan Nasional. Sedangkan pembangunannya dikerjakan oleh warga dan tidak menggunakan tender.

Salah satu guru SDN Pemurus Dalam 8 yang tidak mau disebutkan namanya, membenarkan bangunan tersebut baru berumur enam bulan. Namun saat ditanya biaya pembangunannya, dia mengaku tidak tahu.

Bangunan tersebut untuk perpustakaan, ruang UKS dan ruang kegiatan siswa. “Tempat ini juga untuk yasinan siswa kelas empat, lima, dan enam, setiap Jumat,” katanya.

Kepala SDN Pemurus Dalam 8, Zainah, enggan menjelaskan soal robohnya perpustakaan. “Kejadiannya kemarin. Saya juga tak lihat karena waktu itu tak ada di tempat,” katanya.

Dia juga mengaku baru satu bulan bertugas sebagai kepala di sekolah tersebut. Oleh karena itu dia tidak tahu struktur bangunan perpustakaan. Sedang kepala sekolah sebelumnya yakni Rusmini telah pensiun.

Setelah menyelamatkan isinya, pihak sekolah memutuskan membongkar dinding dan kaca bangunan.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, M Amin MT, mengatakan staf Sarana dan Prasarana sudah mengecek bangunan SDN Pemurus Dalam 8 yang ambles. Namun, karena tidak bertemu kepala sekolah, dia mengatakan akan mengutus ulang staf tersebut.

“Kami akan minta sekolah segera membuat laporan detail. Kami akan tindaklanjuti sesuai aturan,” katanya via pesan singkat. (mm/jd)

Sumber: Situs berita Tribunnews.com, 4 Juni 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan