-->

Kronik Toggle

Anak TK Dilarang Belajar Membaca, Menulis, Berhitung

Bandung – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melarang guru taman kanak-kanak (TK) mengajarkan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung). “Dinas Pendidikan tidak menolerir anak TK belajar calistung. Kami sudah buat surat edarannya,” kata Asep Rachmat dari Tim Pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan Jawa Barat, Senin, 13 Juni 2011.

Menurut Asep, sekolah dasar (SD) juga dilarang menerima siswa baru dengan syarat tes akademik. Tes itu berupa membaca, menulis, dan berhitung. “Kalau ada tes akademik masuk SD, perlu diberi sanksi keras,” kata Asep menjawab pertanyaan guru TK di acara seminar Junior Scientist Award di Bandung, Senin, 13 Juni 2011.

Tes yang dibolehkan hanya potensi akademik atau psikotes. Tes itu berupa pengenalan bentuk benda atau warna oleh lulusan TK. Asep mengatakan, ada guru SD yang mau enak dengan menerima siswa baru yang sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Selain guru SD, orang tua juga banyak yang menuntut agar anaknya sudah bisa calistung di TK. Jika keinginan itu tidak dipenuhi, kata dia, TK bisa jadi kekurangan peminat. “Masalahnya, banyak pihak yang menuntut untuk belajar instan,” ujar Asep.

Pengajar di Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Jawa Barat, Anna Musdalifah, mengatakan sebagian besar SD di Bandung hanya mau menerima lulusan TK yang sudah bisa calistung. Padahal pelajaran itu sebenarnya tidak ada dalam kurikulum TK. “Harusnya cuma bernyanyi, bermain, dan bercerita, dengan metode belajar yang menyenangkan untuk anak,” kata Anna.

Cara itu menyesuaikan perkembangan otak anak. Di masa usia emas anak, ujar pengelola TK Mutiara Hati di Bandung itu, otak anak perlu rangsangan agar pertumbuhan otaknya maksimal. Dari beberapa contoh, dampak negatif anak yang dipaksakan belajar akan bermasalah saat duduk di bangku SD. “Anak jadi malas belajar terutama saat kelas 3 atau 4 karena merasa jenuh dan bosan,” kata Anna.

ANWAR SISWADI

*)Tempointeraktif, 13 Juni 2011

1 Comment

royyan - 22. Des, 2012 -

Dari pengalaman saya, siswa yang sejak TK sudah bisa membaca di SD berprestasi.
mengenai Anak kelas 3 dan 4 menjadi malas belajar karena merasa jenuh dan bosan, Apa sebaiknya diberi rangsangan kompetisi, agar siswa kontinyu semangat dan belajarnya.
terima kasih

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan