-->

Literasi dari Sewon Toggle

Bulan Film Perpustakaan

Tanggal: 04 Juni –  25 Juni
Jam Putar: 19.00-23.00
Tempat: Studio 1 Gelaran Ibuku, Indonesia Buku, Jalan Patehan Wetan No. 3, Alun-Alun Kidul, Keraton Yogyakarta, Indonesia

Perpustakaan merupakan wahana yang mengikat simpul-simpul pengetahuan. Di dalamnya hadir ribuan “ibu”, menuntun manusia mendapatkan jawab atas segala hal di dunia ini. Maka, patut disayangkan ketika perpustakaan seringkali dimunculkan secara stereotipikal dalam berbagai kesempatan. Mulai dari tempat membosankan, serius, hingga yang paling anekdotal, tidak boleh bersuara di dalamnya. Cine Book Club bersama Indonesia Buku memutuskan Bulan Juni ini sebagai bulan untuk memutar film-film bertema besar perpustakaan. Tak hanya mereproduksi imaji perpustakaan biasa, semua film pilihan bulan ini mencipta tafsiran yang jauh dari klise saat merekonstruksi sebuah institusi bernama perpustakaan. Berikut daftarnya:

1. Agora [4 Juni 2011]

Karya lanjutan sineas Alejandro Amenabar di tahun 2009 menyoal benturan paling besar masa kini: rasio versus dogma. Tak hanya mengusung wacana yang masih relevan hingga saat ini itu, film ini juga mengungkap sejarah megah filsuf perempuan Hypathia dan perpustakaan besar di muka bumi, Alexandria. Merekam tragedi kemanusiaan bernama pembakaran buku, sekaligus bernas mengungkap titik balik semua peradaban muka bumi dengan bersandar pada keutamaan ibu pengetahuan bernama buku.

2. The Name of The Rose [11 Juni 2011]

Diangkat berdasar novel laris dan kenyang sanjung puji Umberto Eco berjudul sama, film dari Jean-Jacques Annaud ini bersetia pada plot novelnya. Bersama Rahib William of Barkersville (dibintangi Sean Connery), penonton akan menyusuri relung-relung gelap biara di Utara Italia, sekaligus mengungkap rentetan peristiwa pembunuhan rumit yang dipicu oleh sebuah buku misterius karya Aristoteles. Tak bisa dipungkiri, film ini (beserta novelnya) bakal memantik kecintaan yang begitu besar pada perpustakaan.

3. Possesion [18 Juni 2011]

possession-posterDua orang akademisi bekerjasama mengungkap sebuah surat cinta pujangga Inggris era Victorian. Kesediaan diri berkutat menyelami ribuan manuskrip di perpustakaan menuntun mereka pada kenyataan bahwa surat cinta tadi bermakna lebih besar dari yang mereka kira pertama kali. Belum pernah perpustakaan dan rivalitas akademis jadi sedemikian romantis sekaligus mengasyikkan ditonton.

4. Read or Die [25 Juni 2011]
Di akhir bulan, kita akan menyaksikan sebuah film yang selama ini belum pernah diputar oleh Cine Book Club, yaitu animasi Jepang. Tapi singkirkan bayangan anda bahwa animasi akan selalu bermakna tayangan anak-anak dan dangkal. Sutradara Kouji Yasunari mengajak kita membayangkan dimensi perpustakaan secara esktrim, dengan menjadikan perempuan muda pecinta buku menjaga dunia dari tangan-tangan jahat lewat buku dan kemampuan ajaibnya mengubah setiap kertas jadi senjata. Tak hanya menghibur, film ini begitu tulus mengajak kita mencintai pengetahuan lewat cara-cara tak lazim.

Setiap pemutaran dimulai pukul 19.00 tepat, tentunya di Gelaran Indonesia Buku Patehan. Ajak kawan, pacar, ayah-ibu, adik, kakak, paman, bibi, siapapun dia. Sebab semua pemutaran gratis, tersedia pula makanan dan minuman, serta tak lupa, beragam hadiah menarik bagi peserta diskusi usai pemutaran yang beruntung.

Mari Menonton Buku, Mari Membaca Film! (Ardyan M Erlangga)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan