-->

Kronik Toggle

Seratus Penyair untuk Yogyakarta Istimewa

YOGYAKARTA–YOGYA (KRjogja.com) – Seratus penyair dan penggurit yang tergabung dalam Paguyuban Sastra Mataram membacakan puisi dan syair-syair karyanya di Depan Gedung Agung, Jumat (7/1) malam. Dengan tema ‘Yogya Kemarin, Hari Ini dan Hari Esok’ para penyair mengharap syair-syair ini dapat menyuarakan Yogyakarta memang istimewa.

Koordinator kegiatan ini, Sigit Soegito mengatakan, saat ini telah banyak warga yang melakukan dukungannya untuk Yogyakarta. Kini, giliran para penyair untuk menyuarakan dukungannya terhadap kota yang melahirkan banyak penyair-penyair kondang ini.

“Acara ini merupakan gagasan gerakan para penyair dari Paguyuban Sastra Mataram yang didukung oleh para penyair dari luar DIY seperti Makasar, Kalimantan, Bandung, Pekalongan, Bonjonegoro dan lain-lain untuk merayakan kebersamaan, keberagaman dalam spirit pluralisme sebagai rangkaian gerakan kebudayaan untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta,” katanya disela aksi.

Setiap penyair, katanya, dalam kegiatan ini membacakan dua karya puisi meraka yang ditulis sendiri. Para penyair yang berpartisipasi diantaranya Hari leo, Imam Budi Santosa, Bambang Widiatmoko, Daru Maheldaswara dan beberapa penyair lalinnya.

“Dengan adanya kegiatan ini yang juga dapat dijadikan ajang temu kangen para penyair dimana lewat lewat momentum ini interaksi para penyair akan lebih positif untuk mengadakan event berkelanjutan,” terangnya.

Sumber: Portal KR Jogja, 7 Januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan