-->

Kronik Toggle

Rapat Kerja UU Perbukuan di Komisi X DPR

JAKARTA — Pemerintah dipandang perlu menurunkan pajak buku impor bagi kepentingan siswa dan mahasiswa. “Manfaatnya lebih besar dan positif bila itu dilakukan, karena dapat memberi pengaruh kepada kemampuan masyarakat untuk memiliki buku-buku ilmu pengetahuan yang bermutu,” kata anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh di Jakarta, baru-baru ini, usai menghadiri rapat kerja (raker) mengenai perbukuan di Komisi X.

Angelina menjelaskan pula, salah satu pokok masalah yang juga mengemuka dalam raker tersebut ialah sangat urgennya pemberian subsidi kertas untuk menggairahkan penerbitan buku di Indonesia. Terutama, agar dapat mempercepat proses mencerdaskan bangsa, sebagaimana amanat konstitusi. “Fraksi kami sangat peduli dengan hal itu (subsidi buku), agar bukan saja kegairan penerbitan dalam aspek percetakan yang tumbuh berkembang, tetapi juga minat para penulis untuk melahirkan buku-buku bermutu bagi rakyat kita,” kata istri Adjie Massaid, artis yang juga menjadi wakil rakyat.

Sebelumnya, secara terpisah Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Ferdiansyah mengatakan, pemerintah wajib memberikan kebijakan subsidi kertas untuk menggairahkan penerbitan buku di Indonesia. “Intinya, pemerintah harus bisa mendorong untuk terciptanya buku murah, guna mempercepat laju peningkatan kecerdasan bangsa sesuai amanat konstitusi,” ujarnya.

Subsidi yang dimaksud Ferdiansyah adalah terhadap kertas khusus untuk buku. “Artinya, kita bikin harga kertas kategori tertentu murah, sehingga biaya cetak buku juga turun, lalu harga jual bukunya pun relatif terjangkau masyarakat baca,” tegasnya. Ferdiansyah menambahkan, kebijakan menyubsidi kertas untuk buku harus jadi prioritas.

Sebab, menurut dia, banyak pengalaman di sejumlah negara, penerbitan buku yang bergairah, mendorong terjadinya peningkatan minat baca luar biasa. “Minat baca yang terus meningkat beriringan proporsional dengan naiknya daya beli buku (yang harganya terjangkau). Dan, pada giliran berikutnya memacu peningkatan kecerdasan bangsa,” ucap Ferdiansyah.

Karena itu, buku-buku murah harus diupayakan di negeri ini, melalui upaya menggairahkan penerbitan buku bermateri kertas bersubsidi. “Jadi dengan begitu, setiap kertas yang dipakai untuk mencetak buku-buku pelajaran maupun yang lainnya lebih murah,” kata Ferdiansyah.

Sumber: Portal Berita liputan6.com, 27 Januari 2011, “Buku Impor Murah, Mahasiswa Senang”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan