-->

Kronik Toggle

Korupsi Buku Pak Gendut

BANTUL–Sudah tiga hari berturut-turut Harian Jogja (13, 14, 15/01/2011) menurunkan berita di halaman depan soal korupsi buku ajar di Bantul. Tersangkanya tiada lain Sekda Bantul Gendut Sudarto. Kebenaran informasi Gendut jadi tersangka itu disampaikan oleh Kasipenkum Kejati dIY, Pramono Mulyo.

Penetapan Gendut sebagai tersangka dilakukan setelah Kejati melakukan penyelidikan sejak akhir Juni 2010. Gendut dianggap terbukti dalam kasus suap dan gratifikasi buku ajar PT Balai Pustaka senilai Rp 500 juta.

Kasus itu bermula saat Bupati Bantul Idham Samawi hendak melakukan penunjukan langsung tanpa lelang pengadaan buku melalui PT Balai Pustaka senilai Rp 39 miliar pada 2005. Kepala Pemasaran Balai Pustaka Muhammad Irawan diduga mencairkan sejumlah dana sebagai pelicin proyek tersebut. Saat itulah nama Gendut santer disebut sebagai bagian dari upaya tersebut.

Kajati DIY Tyas Muharto menyatakan telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) atas perkara Gendut ini. Menurut Tyas, perbuatan pidana kasus Gendut dinilai telah sempurna dengan adanya bukti transfer uang yang masuk ke rekening atas namanya. Jaksa membidiknya dengan sejumlah pasal dengan hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun. Gendut juga terancam denda paling sedikit 200 jta dan paling banyak 1 miliar.

Walau sudah dinyatakan tersangka, Bupati Bantul sri Suryawidati belum aan menonaktifkan Gendut. Bupati beralsan masih memegang asas praduga tak bersalah. “Baru praduga tidak bersalah, belum bisa menuduh kui keliru, kui salah,” ujar Suryawidati. (GM/Dirangkum dari Harjo)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan