-->

Kronik Toggle

Kemendiknas Nilai Buku SBY Tak Bermuatan Politis

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan buku kiprah tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bermuatan politis. Hal itu terkait dengan ditariknya peredaran buku SBY di Tegal Jateng.

Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendiknas, Suyanto menegaskan, buku ini tidak ditujukan untuk politis ataupun kampanye dan pencitraan Presiden SBY. ” Buku ini termasuk buku pengayaan dan bukan buku teks dimana berbagai jenis buku pengayaan dapat diterbitkan oleh siapapun. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dilakukan dengan pengadaan buku pengayaan atau nonteks pelajaran,” katanya.

Sebelum dapat dikoleksi oleh sekolah, buku-buku tersebut dinilai kelayakannya oleh tim yang dibentuk Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional (Puskur Kemendiknas), yang saat ini telah berganti nama menjadi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas.

Dari buku-buku yang telah lolos seleksi tersebut, daerah dapat menentukan buku-buku untuk dikoleksi oleh sekolah. Dia menjelaskan, pengadaan buku melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) dilakukan secara lelang. “(Tahun)
2010 DAK diadakan dengan mekanisme lelang. Kita itu hanya menentukan juknisnya. Tentang judulnya apa daerah yang menentukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Suyanto menyampaikan, terkait adanya buku seri SBY yang beredar di Tegal, Jawa Tengah, menurut dia, buku tersebut telah memenuhi persyaratan. Selain karena harganya murah dan juga telah lolos penilaian. “Buku seri SBY ada 10 (judul) yang telah dinilai,” ujarnya.

Sumber: Portal KRjogja, 25 Januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan