-->

Lainnya Toggle

Jangankan Guru Besar, Dosen pun Wajib…

KENDARI, Rektor Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara, Prof Ir H Usman Rianse meminta para guru besar dan dosen-dosennya menulis buku ilmiah sesuai bidang keilmuan masing-masing. Buku karya mereka tersebut diharapkan bisa menjadi rujukan bagi para mahasiswa dan masyarakat luas.

Pengajar yang akan dikukuhkan menjadi guru besar harus dirangkaikan dengan peluncuran buku karya tulisnya sehingga bidang keahliannya benar-benar kelihatan.
— H Usman Rianse

“Slogan buku adalah jendela dunia, sangat benar adanya,” katanya pada acara peluncuran buku karya Hugua, Bupati Wakatobi di Lantai IV Gedung Rektorat Unhalu Kendari, Rabu (5/1/2011).

Usman mengatakan, seorang guru besar atau dosen wajib menulis buku. Setiap tenaga pengajar yang akan dikukuhkan menjadi guru besar harus dirangkaikan dengan peluncuran buku karya tulisnya.

“Sehingga bidang keahliannya benar-benar kelihatan,” katanya.

Kepada para guru besar dan tenaga pengajar di kampus tersebut, Usman meminta agar peluncuran buku karya Hugua berjudul ’Surgaisme Landasan Tata Dunia Baru’, Kaya Miskin Adalah Pilihan, Lelaki Itu Hugua dan Hugua Sang Pemimpin Bumi, dijadikan cambuk untuk melahirkan karya-karya tulis yang berkualitas dan mengandung nilai pelajaran bagi seluruh umat.

Adapun Hugua adalah alumni Unhalu dan saat ini menjadi Bupati Wakatobi. Jika Hagua mampu menulis empat buku dalam waktu enam bulan, maka para guru besar tentu harus bisa lebih dari itu karena dalam kesehariannya lebih banyak bergelut dengan kegiatan akademik dan keilmuan. Ia juga meminta para mahasiswa Unhalu untuk menjadikan peluncuran buku tersebut sebagai motivasi untuk eningkatkan kemampuan akademik.

Sementara itu,  Hugua sendiri mengaku, menulis buku-buku tersebut setelah ia menjelajah lima benua dan mengalami pergulatan hidup di empat profesi (aktivis LSM, Konsultan Asing, pebisnis dan pejabat negara). Perenungan dari pergulatan hidup yang penuh dinamika itu, katanya, menjadi inspirasi menulis buku ‘Surgaisme Landasan Tata Dunia Baru’.

“Saya berharap buku ini bisa menjadi paham baru atau cara pandang baru tentang alam semesta sesuai perubahan energi bumi saat ini,” ujar Hagua.

*) Kompas.com 5 Januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan