-->

Kronik Toggle

Dibongkar, Rental Komputer Nyambi Jasa Pemalsuan Dokumen

Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus komplotan pemalsu dokumen-dokumen penting. Selama setahun beroperasi, komplotan ini mampu memalsukan dokumen-dokumen seperti KTP, KSK, SKCK, SIUP, NPWP, TDP, dan Buku Tabungan dengan cara konvensional.

Semakin sempurnanya teknologi pemindaian dan percetakan rupanya membuat operasi mereka makin mudah dan dokumen yang diproduksi nyaris tidak bisa dibedakan dengan aslinya. Mereka yang ditangkap polisi berinisal TDW (25) warga Ketintang Wonokromo dan EW (52) warga Jl. Kauman Sidoarjo.

Modus operandi komplotan ini cukup sederhana. Dua tersangka menerima order pembuatan dokumen-dokumen palsu dengan biaya berkisar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu perlembarnya. Pekerjaan ini dilakukan oleh TDW di Rental Komputer Prospek Jl. Ketintang 5B Surabaya. Dari dokumen asli, TDW melakukan pemindaian, lalu data-data pada dokumen hasil pemindaian itu diganti dengan data palsu menggunakan aplikasi image editor, kemudian dicetak.

Kombes Polisi COKI MANURUNG Kapolrestabes Surabaya mengatakan dalam setahun beroperasi, komplotan ini mampu mengumpulkan keuntungan rata-rata Rp1 juta perbulannya.

Sepak terjang komplotan ini akhirnya diendus polisi ketika EW ditangkap di Rental Komputer Retro Jl. Jojoran, Surabaya dengan barang bukti dokumen-dokumen palsu. Dari hasil pengembangan, diketahui dokumen-dokumen palsu ini dibuat di Rental Komputer Prospek oleh tersangka TDW.

Polisi pun menangkap TDW dengan sejumlah barang bukti diantaranya CPU, monitor, keyboard, mouse, printer, pemindai, dan data-data soft copy dokumen asli. Data-data itu berupa SIUP, Kutipan Akta Perkawinan, NPWP, TDP, Buku Tabungan, Rekening Koran, KTP, KSK, SKCK, dan Buku Nikah.

Menurut Kapolrestabes aksi kejatan ini sangat berbahaya, karena bisa saja digunakan untuk kejahatan terorisme, perbankan, dan penipuan. Tersangka TDW dikenakan pasal 263 ayat 1 tentang pemalsuan dokumen, sedangkan EW dijerat pasal 55 jo pasal 263 tentang penyertaan pidana pemalsuan. Sanksinya maksimal 6 tahun penjara.(edy)

*) Suarasurabaya.net 13 Januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan