-->

Kronik Toggle

Dewan Pendidikan Minta Buku SBY Ditarik

Slawi – Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal meminta peredaran buku profil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disebar di sekolah menengah pertama segera ditarik dari peredaran.

“Itu tak sesuai dengan kurikulum mata pelajaran yang dianjurkan dalam standar ujian nasional,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Muhammad Dimyati, saat ditemui di kantornya, Selasa (25/1).

Menurut Dimyati, peredaran buku yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus ini menyalahi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis dan pelaksanaan dana alokasi khusus.

“Aturan itu mengatur agar buku yang dibiayai DAK harus sesuai dengan kurikulum yang diujikan secara nasional,” ujar Dimyati.

Dimyati menilai keberadaan buku berisi profil Yudhoyono tak layak dibiayai oleh negara karena tak masuk dalam kategori referensi mata pelajaran sekolah. “Semua tokoh boleh menyumbangkan buku biografi ke sekolah dengan biayai sendiri tanpa harus membebankan negara,” katanya.

Dimyati juga menyayangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal yang tak menginformasikan instansinya dalam proses lelang pengadaan buku tersebut. Padahal, menurut Dimyati, Dewan Pendidikan yang ia pimpin berkewenangan untuk mengawasi proses pengadaan buku hingga dibentuknya surat keputusan bupati tentang alokasi DAK.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tegal Waudin, mengaku telah mengeluarkan tim untuk meneliti buku yang telah beredar tersebut.

“Saya telah mengerahkan 10 orang untuk meneliti dan mengambil dari sekolah,” ujar Waudin.

Ia tak memungkiri buku yang telah beredar ini akan ditarik bila tak memenuhi standar kebutuhan kurikulum yang diperlukan siswa. Meski begitu, Waudin masih mempertimbangkan karena sedang meneliti isi buku. “Saya siap memberikan masukan agar ditarik bila tak sesuai,” katanya.

Waudin mengaku tak bertanggung jawab mengenai buku profil SBY yang telanjur beredar di 87 SMP ini karena penentu spesifikasi buku pemerintah pusat. “Sedangkan penerbit yang menentukan judul,” ujar Waudin yang mengaku sedang minta keterangan dari rekanan.

EDI FAISOL

*) tempointeraktif, 25 januari 2011

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan