-->

Kronik Toggle

Zen RS: "Karena Setiap Orang adalah Penulis Esei"

Yogyakarta–Harusnya setiap orang adalah penulis esei. Sebab esei adalah bentuk penulisan yang coba-coba dan berada di antara penulisan ilmiah dan penulisan puisi.

Demikian dikatakan penulis esei Zen RS di hadapan peserta pelatihan penulisan Sejarah Kampung dan Seabad Pergerakan Islam di Indonesia di Perpustakaan Indonesia Buku, Yogyakarta (20/11).

Kita tahu bahwa surat-surat cinta Sutan Sjahrir di Banda Neira kepada istrinya adalah esei. sejarawan dan sekaligus jurnalis Daniel Dhakidae menyebut “Catatan Harian” Hok Gie dan Ahmad Wahib sebagai esei. Diari, celotehan, dan bahkan lakon adalah bentuk-bentuk penulisan esei sebagaimana kita dapatkan dalam buku “Massa Aksi” Tan Malaka yang berisi dialog antara si Martil dan si Godam.

Jika diari saja adalah esei, maka sesungguhnya setiap orang bisa menjadi penulis esei. Termasuk peserta pelatihan penulisan Sejarah Seabad Pergerakan Islam (1912-2012).

Yayasan Indonesia Buku bekerjasama dengan Pengurus Besar HMI MPO melakukan riset bersama tentang Seabad Pergerakan Islam selama seabad yang ditarik dari pindahnya Sarekat Islam ke Surabaya pada September 1912. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan