-->

Kronik Toggle

Tiga Penulis Merapi Kontemporer. Bahkan Ada Sampai Muncrat-Muncrat Tintanya. Saking Melubernya Informasi dari Puncak.

YOGYAKARTA–Ada tiga pihak yang terus-terusan mencatat Merapi dari menit ke menit: pengguna Facebook/Twitter (Friendster??), wartawan, dan seismograf. Bahkan si pencatat terakhir ini sampai muncrat-muncrat tintanya akibat melubernya getaran informasi dari puncak Merapi.
Sebagaimana diberitakan Tempo Interaktif, jarum seismograph yang ada diruang monitoring Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta itu selalu over scale. Saking tingginya intensitasnya, bahkan tinta seismograf sampai muncrat. Coretan panjang pada alat rekam aktivitas geologi itu sangat panjang bahkan melebihi kertas yang ukurannya 30,5 centimeter.
“Ini menjadi rekor, sudah 24 jam Merapi tak berhenti mengeluarkan awan panas,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Kementerian ESDM, Kamis (4/11).

YOGYAKARTA–Ada tiga pihak yang terus-terusan mencatat Merapi dari menit ke menit: pengguna Facebook/Twitter (Friendster??), wartawan, dan seismograf. Bahkan si pencatat terakhir ini sampai muncrat-muncrat tintanya akibat melubernya getaran informasi dari puncak Merapi.

Sebagaimana diberitakan Tempo Interaktif, jarum seismograph yang ada diruang monitoring Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta itu selalu over scale. Saking tingginya intensitasnya, bahkan tinta seismograf sampai muncrat. Coretan panjang pada alat rekam aktivitas geologi itu sangat panjang bahkan melebihi kertas yang ukurannya 30,5 centimeter.

“Ini menjadi rekor, sudah 24 jam Merapi tak berhenti mengeluarkan awan panas,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Kementerian ESDM, Kamis (4/11).

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan