-->

Kronik Toggle

Memprihatinkan, Perpustakaan Daerah Sukoharjo

Minim Anggaran, Koleksi Buku Perpusda Ketinggalan Jaman
Rabu, 03 November 2010 10:22:00
Ilustrasi (doc)
SUKOHARJO (KRjogja.com) – Kondisi Perpusatakaan, Arsip dan Dokumentasi, Kabupaten Sukoharjo hingga kini dianggap  ketinggalan jaman. Sebab minimnya koleksi buku membuat jumlah pengunjung terus menurun.
Minimnya koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah (perpusda) Kabupaten Sukoharjo membuat lembaga ini ketinggalan dibandingkan wilayah lain di Solo Raya. Sejak dua tahun terakhir, APBD Kabupaten tidak lagi mengucurkan anggaran untuk perpusda sehingga koleksi perpustakaan ini terbatas. Meski demikian, mulai tahun ini perpusda akan kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp 50 juta ke DPRD Sukoharjo.
Anggaran sebesar itu lanjutnya, jika cair akan digunakan untuk menambah koleksi perpustakaan yang minim. Rencananya separo dari anggaran itu akan dimanfaatkan untuk penambahan buku-buku baru untuk perpustakaan keliling (peling) dan perpustakaan daerah.
“Sekitar Rp 20-25 juta anggaran digunakan untuk kebutuhan penambahan buku perling. Dan sisanya dimanfaatkan untuk menambah buku-buku di perpustakaan daerah,” Ujar Kepala Perpusda Sukoharjo, Suseno, Rabu (3/11).
Ia mengakui, semenjak tidak adanya bantuan bagi perpusda dalam APBD Kabupaten. Pelayanan perpustakaan masih terbelakang dibanding dengan wilayah lain seperti Kabupaten Sragen dan Wonogiri. Ketertinggalan Sukoharjo adalah pada koleksi buku yang dimiliki.
“Di Sragen anggaran bagi pengembangan perpustakaan mencapai Rp 600 juta. Setahu saya sekitar Rp 100 juta dimanfaatkan untuk penambahan koleksi buku,” katanya.
Dikatakan, jumlah pengunjung perpustakaan yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi ini dalam sehari mencapai 100-200 orang. Masyarakat dari kalangan pelajar dan anak-anak paling banyak mengunjungi perpustakaan. Sementara untuk pelayanan pada hari Senin-Kamis dibuka pukul 07.00-17.000, Jumat 07.00-16.30 dan Sabtu pukul 07.00-16.30.
“Jadi dengan minat baca yang cukup banyak tersebut semestinya dipenuhi dengan fasilitas buku yang terbaru,” katanya.
Terpisah anggota DPRD dari Komisi I, Sunarno mengungkapkan, perpusda yang ada Sukoharjo sudah semestinya dikembangkan lagi. Sebagai lembaga yang juga memiliki misi mencerdaskan kehidupan bangsa harus dibantu dengan dana yang memadai. “Saya sebagai Komisi I setuju adanya penambahan anggaran bagi perpusda. Asalkan bisa meningkatkan minat baca, usulan penambahan anggaran itu sah-sah saja,” ucapnya.(*-2)

SUKOHARJO – Kondisi Perpusatakaan, Arsip dan Dokumentasi, Kabupaten Sukoharjo hingga kini dianggap  ketinggalan jaman. Sebab minimnya koleksi buku membuat jumlah pengunjung terus menurun.

Minimnya koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah (perpusda) Kabupaten Sukoharjo membuat lembaga ini ketinggalan dibandingkan wilayah lain di Solo Raya. Sejak dua tahun terakhir, APBD Kabupaten tidak lagi mengucurkan anggaran untuk perpusda sehingga koleksi perpustakaan ini terbatas. Meski demikian, mulai tahun ini perpusda akan kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp 50 juta ke DPRD Sukoharjo.

Anggaran sebesar itu lanjutnya, jika cair akan digunakan untuk menambah koleksi perpustakaan yang minim. Rencananya separo dari anggaran itu akan dimanfaatkan untuk penambahan buku-buku baru untuk perpustakaan keliling (peling) dan perpustakaan daerah.

“Sekitar Rp 20-25 juta anggaran digunakan untuk kebutuhan penambahan buku perling. Dan sisanya dimanfaatkan untuk menambah buku-buku di perpustakaan daerah,” Ujar Kepala Perpusda Sukoharjo, Suseno, Rabu (3/11).

Ia mengakui, semenjak tidak adanya bantuan bagi perpusda dalam APBD Kabupaten. Pelayanan perpustakaan masih terbelakang dibanding dengan wilayah lain seperti Kabupaten Sragen dan Wonogiri. Ketertinggalan Sukoharjo adalah pada koleksi buku yang dimiliki.

“Di Sragen anggaran bagi pengembangan perpustakaan mencapai Rp 600 juta. Setahu saya sekitar Rp 100 juta dimanfaatkan untuk penambahan koleksi buku,” katanya.

Dikatakan, jumlah pengunjung perpustakaan yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi ini dalam sehari mencapai 100-200 orang. Masyarakat dari kalangan pelajar dan anak-anak paling banyak mengunjungi perpustakaan. Sementara untuk pelayanan pada hari Senin-Kamis dibuka pukul 07.00-17.000, Jumat 07.00-16.30 dan Sabtu pukul 07.00-16.30.

“Jadi dengan minat baca yang cukup banyak tersebut semestinya dipenuhi dengan fasilitas buku yang terbaru,” katanya.

Terpisah anggota DPRD dari Komisi I, Sunarno mengungkapkan, perpusda yang ada Sukoharjo sudah semestinya dikembangkan lagi. Sebagai lembaga yang juga memiliki misi mencerdaskan kehidupan bangsa harus dibantu dengan dana yang memadai. “Saya sebagai Komisi I setuju adanya penambahan anggaran bagi perpusda. Asalkan bisa meningkatkan minat baca, usulan penambahan anggaran itu sah-sah saja,” ucapnya.

Sumber: KR JOGJA, 3 November 2010, “Minim Anggaran, Koleksi Buku Perpusda Ketinggalan Jaman”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan