-->

Lainnya Toggle

Membaca: Milikilah Buku-buku!

Oleh: Frans. Nadeak

“Bagaimana agar saya menjadi pembaca?”

~ pertanyaan seorang sahabat * * *

“Bagaimana agar saya gemar membaca?” Itulah inti dari pertanyaan beberapa orang sahabat. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa sahabat berbagi pengalaman, berbagi cerita, dan mungkin sedikit bertanya tentang membaca, ya membaca buku.

Jadi bukan hanya sekadar membaca koran, atau majalah atau tabloid. Dari perbincangan yang indah dan diselingi dengan hangatnya kopi, dan beberapa terlihat dan herhirup kepulan asap rokok; terdapat sesuatu yang indah, yakni kerinduan membaca.

Banyak cara atau tips atau taktik atau strategi atau apa pun yang sejenis agar seseorang membaca. Dan untuk menjadi pembaca, sangat beragam cara pendekatan dan datangnya keinginan atau kerinduan itu. Satu cara adalah: Beli dan milikilah buku-buku.

Apakah gagasan ini keliru atau berlebihan? Saya kira tidak. Mengapa harus memiliki buku-buku? Mungkin ada yang memiliki pendapat, tidaklah terlalu perlu memiliki buku-buku, yang penting membaca buku. Wah, benar. Tapi bagaimana dan di mana membaca buku itu? Di perpustakaan? Berapa kali atau berapa lama seseorang di perpustakaan.

Kalau mahasiswa atau mahasiswi mungkin sering bisa mengakses buku dan berada di perpustakaan lebih sering dan lebih lama. Bagaimana kalau kita tidak berada di perpustakaan? Dan sebenarnya di mana waktu kita paling lama sehari-hari? Kemudian buku-buku di perpustakaan, tidaklah elok dan etis untuk digarisbawahi, distabilo, dicoret-coret, atau ditulisi apa pun.

Karena buku itu adalah milik perpustakaan, dan bukan milik sendiri. Dan aktivitas menulisi, mencoret-coret, menggambari, atau membuat catatan atau pun yang lain adalah hal yang begitu menarik dan menggairahkan. Maka dengan aktivitas menggarisbawahi, menspidoli, menulisi, atau menandai, maka sangat nyaman dan tepat jika buku itu adalah buku milik sendiri.

Kemudian, buku milik sendiri akan sangat mudah kita akses jika kita ingin membaca kembali atau untuk mengambil ungkapan atau inspirasi setelah dibaca suatu kali. Membeli dan memiliki buku itu juga merupakan penghargaan bagi penulis buku itu.

Saya secara pribadi sering menganggap sebuah buku begitu murah jika buku itu menginspirasi atau menimbulkan pemikiran, permenungan, atau apa pun yang membuat buku itu selalu teringat. Kalau perlu jika buku itu menginspirasi, sangatlah baik juga jika buku itu dibeli jangan hanya satu tapi beberapa. Untuk apa membeli beberapa buku yang sama? Iya, buat saja sebagai kado bagi orang-orang terkasih, atau siapa pun orang yang kita duga juga akan terinspirasi dengan buku itu.

Jadi dengan membeli dan memiliki buku-buku juga bisa menciptakan diri kita sebagai pembaca, tapi tentu harus membaca. Membeli buku dan memiliki buku tanpa membacanya agak disayangkan, tapi tetap bermanfaat, karena tinggal membaca saja, karena bukunya sudah tersedia. 🙂 Dengan memiliki buku, kita bisa membaca setiap saat.

Kalau berpergian, tinggal membawa buku itu, dan membacanya. Mungkin ada yang berpendapat atau bertanya, “Buku apa yang akan saya miliki?” Wah itu adalah diskusi yang menarik. Mungkin di kali berikutnya.

* * * Jadi, sudah membeli dan memiliki berapa buku dalam bulan ini?

2 Comments

sinta - 15. Nov, 2010 -

wah betul2! miliki buku untuk mendorong semangat membaca, seperti saya yang punya sederet buku yang belum kebaca, ternyata malah bisa memotivasi diri untuk baca setiap kali akan tidur, agar bisa menuntaskan penasaran dengan isi deretan buku tersebut ^^

hana3 - 20. Nov, 2010 -

benar sekali pak, dengan memiliki buku, kita bisa lebih mendalami maknanya. Entah kenapa saya lebih nyaman membaca buku milik saya sendiri dan enggan membaca buku dari pinjaman

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan