-->

Kronik Toggle

Lelang Buku Dinas Pendidikan Diwarnai Ricuh

LUMAJANG-Proses lelang DAK (Dana Alokasi Khusus) Bidang Pendidikan untuk pengadaan buku, alat peraga dan laboratorium bahasa untuk SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, senilai total Rp 15 milyar lebih yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Lumajang, Senin (22/11) siang, sempat diwarnai kericuhan.

Di tengah proses lelang yang memasuki tahapan menyerahkan dokumen lelang dari 9 rekanan yang ikut dalam proses tender, muncul serombongan anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Komisi D yang membidangi Pendidikan dan juga anggota Panitia Anggaran (Panggar).

Dari pantauan Sentral FM, ada sejumlah anggota DPRD yang hari itu masuk ke ruangan di lantai 2 Kantor Dispendik Kabupaten Lumajang. Diantaranya, hadir SUWADI, NOTO, SUGIYANTOKO dan ATIN USMAN yang kemudian mengambil tempat di depan ruangan.

Para wakil rakyat ini selajutnya menyampaikan permintaannya, agar panitia membatalkan proses lelang. Alasanya, DPRD menganggap proses lelang ini cacat, karena Perubahan APBD Kabupaten Lumajang untuk sharing DAK Dinas Pendidikan untuk pengadaan buku, alat peraga dan laboratorium bahasa ini, belum diputuskan.

Para anggota DPRD ngotot jika lelang ini dilanjutkan, sementara belum ada keputusan dari legislatif dan eksekutif tentang ketetapan anggaran sharing dana pendamping untuk DAK, maka lelang ini dinilai prematur. Dewan meminta panitia menunda kegiatan ini smapai ada kepastian sharing anggarannya, agar tidak berimplikasi di kemudian hari.

Suwadi anggota Dewan yang saat itu hadir di ruangan lelang, memberikan penjelasan bahwa penundaan lelang hari ini tidak akan membawa dampak apapun. “Karena, untuk DAK Bidang Pendidikan, sudah ada SKB atau Surat Keputusan Bersama dari Menteri Pendidikan, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri yang menyatakan bisa dilaksanakan sampai Tahun 2011 mendatang,” beber SUWADI seraya mempertanyakan kenapa panitia terkesan buru-buru melaksanakan proses lelang ini.

Atas kenyataan ini, sedikitnya 9 peserta lelang yang berasal dari dalam Kota Lumajang dan luar kota, termasuk dari Surabaya dan Jakarta serta panitia lelang pun jadi gaduh. Beruntung, kericuhan ini tidak berlangsung lama, karena ada penjagaan ketat dari aparat Polres Lumajang, baik yang berseragam maupun yang mengenakan pakaian preman.

Sementara itu, ABDUL ROZAQ Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang, menyatakan tidak bersedia memberikan keterangan dan terkesan menghindar. ”Saya nggak memberikan komentar dulu karena saya masih menunggu Kepala Dinas Pendidikan dulu,” ujar ABDUL ROZAQ. (her/ipg)

*) 22 November 2010

1 Comment

Rony - 15. Jan, 2011 -

Banyak kejanggalan proses lelang dgn klarifikasi panitia seolah tidak mau tau bahwa PT> Budi Karya Mandiri dan PT.Cipta Inti Parmindo mempunyai 1 orang yg sama menjadi pengurus satu sbg komisaris dan sbg direktur yaitu Lieuw Enggarwati yg mana melanggar UU no 5 1999 pasal 26 tentang monopoli padahal yg melanggar hukumannya berat sekali dan sekarang di distribusikan sebagian buku ke lembaga dan untuk anggaran blm di gedok dewan krn dead lock sampai tgl 14 januari 2011 .

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan