-->

Kronik Toggle

'Femina' di Barak Pengungsian Alun-Alun Kidul

‘Femina’ di Barak Pengungsian Alun-Alun Kidul
YOGYAKARTA-Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggalang solidaritas di Kecamatan Kraton Yogyakarta untuk membantu pengungsi di Masjid Margoyuwono, Langenastran Lor, Alun-Alun Kidul.
Bentuknya macam-macam. Salahsatunya adalah bacaan. “Banyak pengungsi sudah jenuh. Barangkali bacaan bisa membuat mereka tak putus asa dan punya aktivitas,” kata Kanti, staf umum KPI di Gelaran Ibuku (11/11).
KPI datang ke Perpustakaan Gelaran Ibuku untuk kerjasama peminjaman bacaan. Di Perpustakaan ini tersedia ribuan buku dan majalah.
“Untuk penjajakan awal dulu kami pinjamkan dulu majalah Femina. Nanti kalau mereka tertarik dengan tema bacaan apa, mereka, terutama anak-anak remaja, akan kami ajak memilih sendiri bacaan yang dibutuhkannya,” ujarnya.
Gelaran Ibuku yang berafiliasi dengan Cine Book Club Yogya juga menawarkan memutarkan film tentang buku di pos pengungsian Masjid Margoyuwono. Filmnya bisa yang sesuai lokasinya. Karena masjid maka bisa diputarkan film buku berbasis religi, misalnya ‘Buddha’ yang berkisah tentang seorang anak perempuan yang memburu kertas dan pensil di gurun tandus Afganistan.
“Nanti kami koordinasikan dengan penanggung jawab di barak pengungsian. Kami akan senang sekali,” ujar Kanti.(GM/IBOEKOE)

YOGYAKARTA-Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggalang solidaritas di Kecamatan Kraton Yogyakarta untuk membantu pengungsi di Masjid Margoyuwono, Langenastran Lor, Alun-Alun Kidul.

Bentuknya macam-macam. Salahsatunya adalah bacaan. “Banyak pengungsi sudah jenuh. Barangkali bacaan bisa membuat mereka tak putus asa dan punya aktivitas,” kata Kanti, staf umum KPI di Gelaran Ibuku (11/11).

KPI datang ke Perpustakaan Gelaran Ibuku untuk kerjasama peminjaman bacaan. Di Perpustakaan ini tersedia ribuan buku dan majalah.

“Untuk penjajakan awal dulu kami pinjamkan dulu majalah Femina. Nanti kalau mereka tertarik dengan tema bacaan apa, mereka, terutama anak-anak remaja, akan kami ajak memilih sendiri bacaan yang dibutuhkannya,” ujarnya.

Gelaran Ibuku yang berafiliasi dengan Cine Book Club Yogya juga menawarkan memutarkan film tentang buku di pos pengungsian Masjid Margoyuwono. Filmnya bisa yang sesuai lokasinya. Karena masjid maka bisa diputarkan film buku berbasis religi, misalnya ‘Buddha’ yang berkisah tentang seorang anak perempuan yang memburu kertas dan pensil di gurun tandus Afganistan.

“Nanti kami koordinasikan dengan penanggung jawab di barak pengungsian. Kami akan senang sekali,” ujar Kanti.(GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan