-->

Tokoh Toggle

Endhy Sitaba:Fit dengan Jalan Pagi dan Baca Buku

8ff7a6adeafe3adc5a209f2bd228b440Jalani hidup dengan enjoy ! Jangan membebani pikiran dengan hal-hal yang ribet, meskipun ujian yang datang silih berganti dalam hidup. Itulah prinsip yang dianut Endhy Sitaba, profil Fit 70 ++ kita minggu ini.

Pria kelahiran Makassar, 15 Juli 1935 (75 tahun) itu memang selalu berusaha menjalani hidup apa adanya. “Nggak usah terlalu ngaya. Yang paling penting selalu berada dalam trek keimanan terhadap Allah,” tuturnya.

Sifat yang penuh rasa syukur ini juga yang membuatnya tetap fit dan bugar meski usianya tergolong sudah tak muda lagi. Rasa syukur ini menurutnya makin diperlukan saat menginjak usia lanjut. Karena, menjadi tua adalah hal yang tidak bisa dicegah. Sehingga membuat banyak orang tidak siap memasuki usia lanjut. “Bagi mereka, masa tua bak momok yang menakutkan, karena khawatir tidak bisa lagi melakukan hal produktif dan berguna,” katanya.

Untuk olahraga, ia memilih jalan kaki setiap pagi selesai salat shubuh. Aktivitas ini sudah mulai rutin dilakukannya sejak lama.  “Jalan kaki itu olahraga yang sangat mudah dilakukan, tapi memiliki khasiat dan manfaat yang juga luar biasa,” katanya.

Selain olahraga, kegemarannya membaca buku juga yang dirasakan cukup menunjangnya tetap sehat di usia 70-an ini. “Kalau jalan kaki ‘kan olahraga fisik, nah membaca itu olahraga otak,” ucapnya sambil tersenyum.

Ketika membaca buku, koran, majalah atau dari media yang lain, akan melatih otak kita untuk memusatkan pikiran. “Otak kita akan diajak untuk memerhatikan kata demi kata yang ada pada teks tersebut. Jika kita kehilangan beberapa kata saja, bisa jadi kita tidak akan bisa menangkap keseluruhan maksud dari kalimat yang ada,” tuturnya.

Ia melanjutkan, kalimat-kalimat yang menarik akan merangsang saraf otak untuk bekerja dan mengamati hal menarik tersebut. Untuk itulah membaca adalah salah satu aktivitas yang dapat mencegah kepikunan.

Endhy menyatakan, tak selamanya saat usia bertambah senja, kesehatan kerap mengganggu. Banyak juga orang lanjut usia (lansia) yang tetap fit, produktif, berguna dan mandiri. “Saya mudah-mudahan salah satunya,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski, katanya, hidup sehat itu harus diusahakan. Oleh sebab itulah sejak beberapa tahun yang lalu ia sudah mulai menerapkan pola hidup sehat. Mengurangi rokok dan makanan-makanan berkolesterol tinggi. Ia juga sangat cermat dalam mengatur pola makannya dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan, dan menghindari makanan yang digoreng dan bersantan.

“Meskipun sebenarnya saya nggak punya pantangan terhadap makanan apa pun, tapi saya tetap menjaga jangan sampai berlebihan,” ungkap pria yang punya keahlian memainkan beberapa alat musik ini. Selain itu, ia juga hobi makan.

Ia juga menyadari saat sudah tua, metabolisme seseorang berbeda saat masih muda. Untuk itulah saat menjelang tua, harus sudah mulai mengukur diri. Apa saja yang baik buat tubuh dan yang tidak baik harus dihindari.  “Sebenarnya makan apa saja tidak masalah, tapi yang mesti diingat adalah porsinya dan kepentingannya,” terangnya.

Kepentingannya? Maksud Endhy adalah makanan itu bagus dan ada manfaatnya tidak bagi tubuh. Menurut dia, kalau hanya akan menambah penyakit dan membuat kondisi tubuh menurun untuk apa dikonsumsi. “Jadi yang dipikirkan jangan hanya enaknya saja, tapi juga efek ke depannya,” tuturnya. Dia juga banyak mengonsumsi air putih, mengurangi minuman bersoda dan manis.

Ia kemudian menambahkan kalau tua itu sebenarnya hanya kondisi fisik dan umurnya saja. “Tapi semangatnya tetap harus selalu muda,” ujar pengoleksi buku-buku tentang ilmu pengetahuan, filsafat, sastra dan juga tentang politik itu. Ia masih sempat pergi ke bioskop untuk menonton film-film terbaru,  “Apalagi kalau film-film action dan tentang detektif,” ceritanya. m8

*) Surabaya Post, 21 November 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan