-->

Kronik Toggle

Desa Terakhir Merapi Yang Hilang Bersama Buku-Bukunya (Pict)

Desa Terakhir Merapi Yang Hilang Bersama Buku-Bukunya (Pict)
YOGYAKARTA–Lihatlah, di Hari Buku Internasional yang jatuh pada 23 April 2010, seniman ini mementaskan lakon “Buku adalah Jendela Dunia Fana”. Ia bersama-sama anak-anak “Rumah Baca Komunitas” memperingati buku sebagai bagian dari buana yang mengantarkan mereka melihat dunia lebih jauh. Dari sini. Dari puncak Merapi. Tapi kini, desa di mana Rumah Baca itu berada, Dusun Gemar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, entah bagaimana nasibnya. Desa ini adalah desa terakhir menuju puncak. Sebagaimana nasib desa-desa terakhir, mungkin nasibnya seperti Kinahrejo, yang hilang dan terbaring bersama debu-debu. seperti wajah seniman Merapi itu. Menjadi desa putih. Desa yang hilang dari peta perkampungan di mana buku dan manusia-manusianya berinteraksi dengan guyub. Merapi mencabut semua-mua mandat hidup bersama itu. Selama-lamanya. (GM/IBOEKOE)
Foto: Headline Kedaulatan Rakyat, 24 April 2010
Foto: Headline 'Kedaulatan Rakyat', 24 April 2010

Foto: Headline 'Kedaulatan Rakyat', 24 April 2010

YOGYAKARTA-Lihatlah, di Hari Buku Internasional yang jatuh pada 23 April 2010, seniman ini mementaskan lakon “Buku adalah Jendela Dunia Fana”. Ia bersama-sama anak-anak “Rumah Baca Komunitas” memperingati buku sebagai bagian dari buana yang mengantarkan mereka melihat dunia lebih jauh. Dari sini. Dari puncak Merapi. Tapi kini, desa di mana Rumah Baca itu berada, Dusun Gemar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, entah bagaimana nasibnya. Desa ini adalah desa terakhir menuju puncak. Sebagaimana nasib desa-desa terakhir di ring satu (5.4 km dari puncak, hitung disini), mungkin nasibnya seperti Kinahrejo, yang hilang dan terbaring abadi bersama debu-debu. Seperti wajah seniman Merapi itu. Menjadi desa putih. Desa yang hilang dari peta perkampungan di mana buku dan manusia-manusianya berinteraksi dengan guyub. Merapi mencabut semua-mua mandat hidup bersama itu. Selama-lamanya. (GM/IBOEKOE)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan