-->

Kronik Toggle

Dekade Baru Buku Digital

Dekade Baru Buku Digital
Senin, 8 November 2010 | 05:56 WIB
KOMPAS/RENE L PATTIRADJAWANE
ReneL Pattiradjawane
Memasuki dekade kedua abad ke-21, setidaknya mulai tahun depan, kehidupan digital menjadi semakin lengkap dengan kemajuan teknologi komunikasi informasi, mengubah kita menyerap informasi semakin canggih karena kemajuan perangkat keras.
Salah satu yang memacu perubahan ini adalah kehadiran berbagai perangkat pembaca buku elektronik yang disebut sebagai e-book reader. Melalui e-book reader ini, tanpa disadari, berbagai buku dalam jumlah yang tidak terbatas (tergantung kapasitas penyimpanan) dengan mudah dibawa ke mana pun, dibaca kapan pun menambah berbagai pengetahuan.
Fenomena e-book reader sebentar lagi menjadi tren penting lima tahun ke depan karena kemajuan teknologi yang mampu diserap pada perangkat sebesar kertas A4, mengikuti hiruk-pikuk iPad buatan Apple.
Sejak iPad populer, e-book reader memang menjadi langkah berikut yang mengubah cara kita membaca dan menyerap informasi, baik majalah, jurnal, buku, tabloid, koran, dan sebagainya. Berbagai sumber informasi ini dalam sekejap bisa langsung dinikmati siapa saja.
Banyak upaya dilakukan dan berbagai persaingan pun muncul, membawa skala ekonomi e-book reader pada tingkat yang terjangkau bagi siapa saja. Selain itu, kecanggihan teknologi juga memungkinkan perangkat e-book reader ini memiliki koneksi nirkabel untuk memudahkan pembelian buku serta teknologi layar sentuh yang memberikan rasa seperti membaca buku konvensional.
Yang menjadi persoalan adalah ukuran layar sebesar apa yang bisa diterima konsumen, antara 6 inci (panjang diagonal 15,24 cm) sampai 10 inci (25,4 cm), sehingga perangkat ini bisa menjadi pengganti buku sesungguhnya. Produk iPad sendiri terlalu besar dan berat ketika digunakan sebagai e-book reader dan menjadi tidak nyaman waktu membacanya sambil tiduran.
Sebesar novel
Terobosan dilakukan oleh iRiver (lihat Kompas 17/5) ketika memperkenalkan produk terbarunya iRiver Cover Story berteknologi layar sentuh, ukuran ideal sebesar buku novel, memiliki kapasitas internal menyimpan 11.000 halaman buku, mendengarkan musik digital mp3 selama 30 jam, dan merekam suara selama lima jam.
Dengan berat 282 gram, iRiver layar sentuh ini terasa ideal menjadi pengganti buku konvensional. Dan penggunanya pun memiliki keleluasaan untuk bisa membaca pada posisi layar horizontal maupun vertikal.
Dengan resolusi 600 x 800 piksel, memiliki kemampuan untuk mengenal berbagai jenis file yang bisa dibaca pada perangkat ini. Mulai dari format pdf, epub, txt, djvu, sampai format dokumen Office seperti ppt, doc, atau xls.
Menggunakannya mudah dan menyenangkan karena layar sentuh, setiap halaman yang dibuka terasa seperti membuka buku. Memang kecepatan komputasi iRiver e-book reader ini tidak secepat iPad atau Kindle, tetapi fitur yang dikandungnya memarakkan perkembangan teknologi buku digital dalam waktu yang sangat singkat.
http://cetak.kompas.com/read/2010/11/08/05561330/dekade.baru.buku.digital

Memasuki dekade kedua abad ke-21, setidaknya mulai tahun depan, kehidupan digital menjadi semakin lengkap dengan kemajuan teknologi komunikasi informasi, mengubah kita menyerap informasi semakin canggih karena kemajuan perangkat keras.

Salah satu yang memacu perubahan ini adalah kehadiran berbagai perangkat pembaca buku elektronik yang disebut sebagai e-book reader. Melalui e-book reader ini, tanpa disadari, berbagai buku dalam jumlah yang tidak terbatas (tergantung kapasitas penyimpanan) dengan mudah dibawa ke mana pun, dibaca kapan pun menambah berbagai pengetahuan.

Fenomena e-book reader sebentar lagi menjadi tren penting lima tahun ke depan karena kemajuan teknologi yang mampu diserap pada perangkat sebesar kertas A4, mengikuti hiruk-pikuk iPad buatan Apple.

Sejak iPad populer, e-book reader memang menjadi langkah berikut yang mengubah cara kita membaca dan menyerap informasi, baik majalah, jurnal, buku, tabloid, koran, dan sebagainya. Berbagai sumber informasi ini dalam sekejap bisa langsung dinikmati siapa saja.

Banyak upaya dilakukan dan berbagai persaingan pun muncul, membawa skala ekonomi e-book reader pada tingkat yang terjangkau bagi siapa saja. Selain itu, kecanggihan teknologi juga memungkinkan perangkat e-book reader ini memiliki koneksi nirkabel untuk memudahkan pembelian buku serta teknologi layar sentuh yang memberikan rasa seperti membaca buku konvensional.

Yang menjadi persoalan adalah ukuran layar sebesar apa yang bisa diterima konsumen, antara 6 inci (panjang diagonal 15,24 cm) sampai 10 inci (25,4 cm), sehingga perangkat ini bisa menjadi pengganti buku sesungguhnya. Produk iPad sendiri terlalu besar dan berat ketika digunakan sebagai e-book reader dan menjadi tidak nyaman waktu membacanya sambil tiduran.

Sebesar novel

Terobosan dilakukan oleh iRiver (lihat Kompas 17/5) ketika memperkenalkan produk terbarunya iRiver Cover Story berteknologi layar sentuh, ukuran ideal sebesar buku novel, memiliki kapasitas internal menyimpan 11.000 halaman buku, mendengarkan musik digital mp3 selama 30 jam, dan merekam suara selama lima jam.

Dengan berat 282 gram, iRiver layar sentuh ini terasa ideal menjadi pengganti buku konvensional. Dan penggunanya pun memiliki keleluasaan untuk bisa membaca pada posisi layar horizontal maupun vertikal.

Dengan resolusi 600 x 800 piksel, memiliki kemampuan untuk mengenal berbagai jenis file yang bisa dibaca pada perangkat ini. Mulai dari format pdf, epub, txt, djvu, sampai format dokumen Office seperti ppt, doc, atau xls.

Menggunakannya mudah dan menyenangkan karena layar sentuh, setiap halaman yang dibuka terasa seperti membuka buku. Memang kecepatan komputasi iRiver e-book reader ini tidak secepat iPad atau Kindle, tetapi fitur yang dikandungnya memarakkan perkembangan teknologi buku digital dalam waktu yang sangat singkat.

Sumber: Kompas, 8 November 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan