-->

Kronik Toggle

Buku Panduan CPNS Pun Laris Manis

Oleh : Yopi Widodo

‘Musim’ penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang digelar sejumlah  pemkab-pemkot saat ini ternyata  mendatangkan peluang tersendiri. Sejumlah toko buku hingga pedagang kaki lima memanfaat momen itu  menjajakan berbagai buku panduan CPNS.

Santi Mega Lestari, terlihat sibuk memilah tumpukan buku di salah satu sudut ruangan toko buku di kawasan jalan Diponegoro. Seolah tenggelam dan larut dalam buaian ribuan buku yang tertata rapi seluruh sudut toko, Santi asyik mengamati buku-buku tersebut. Usai melirik beberapa judul buku, tangannya mengambil beberapa buah buku sambil membandingkan keduanya.

Meski sudah lulus kuliah tahun lalu, ia  masih berkeinginan membeli beberapa buku. Namun, hanya buku bermateri panduan CPNS yang dia utak-atik di antara ribuan buku yang tertata rapi di rak-rak buku tersebut.

“Ini kedua kalinya saya ikut tes CPNS, sekarang ingin lebih siap. Jadinya ingin beli buku tes CPNS ini,” kata Santi, di sela keasyikannya memilah buku, Senin (22/11).

Tak dipungkirinya, menjadi PNS adalah salah satu keinginannya seusai lulus. Meski sekarang telah berprofesi sebagai guru, namun dirinya hanya menjadi guru swasta yang harus merangkap mengajar untuk mencukupi kebutuhannya. Berbeda dengan status guru negeri yang lebih terjamin.

“Memang tidak sepenuhnya soal-soalnya akan sama, setidaknya ada bayangan dan latihan dalam menghadapi tes CPNS,” ujarnya.

Demikian pula dengan Ari Kustiwan, yang ditemui Surabaya Post tengah membaca beberapa buku panduan CPNS tersebut juga tengah mempersiapkan diri mengikuti tes CPNS yang digelar jajaran Pemprov Jatim. Alumni Universitas Negeri Surabaya ini mengatakan, ada kemiripan soal antara buku-buku panduan CPNS dengan materi soal CPNS.  “Memang tidak sama persis, tetapi ada beberapa yang sama. Setidanya model soalnya itu kan agak sama,” ujarnya.

PKL Ikut Berebut

Momen maraknya penerimaan CPNS tersebut merupakan peluang tersendiri bagi sebagian toko buku. Supervisor Operasional Toga Mas  Diponegoro Harris Pramuharja mengatakan, penjualan buku-buku panduan CPNS memang mengembirakan ketika masuk dalam ‘musim’ penerimaan CPNS seperti saat sekarang ini. Namun, masa penerimaan PNS yang dibuka oleh pemkot dan pemprov jumlah penjualan buku panduan CPNS tidak sebanyak ketika masa penerimaan CPNS yang dilakukan oleh Kementerian di bawahnya. “Kalau sekarang sedikit lebih turun, tetapi pas waktu ada CPNS yang dibuka oleh Kementerian dulu itu banyak. Mungkin sekarang kan banyak yang sudah punya, jadi belinya hanya untuk nambah-nambah referensi,” ujarnya.

Setidaknya 1.700 ekspemplar buku panduan CPNS berhasil terjual dalam kurun waktu dua bulan ini. Momen ini memang cukup mendatangkan peluang tersendiri. Sehingga stok dan ragam buku panduan CPNS diperbanyak. Harga yang ditawarkan pun beragam mulai Rp 22 ribu sampai Rp 50 ribu.

“Untuk harga kita tidak ada patokan, yang pasti kita berikan potongan harga khusus untuk buku-buku panduan CPNS ini. Kita biarkan konsumen yang memilih,” katanya.

Tak hanya toko buku yang menawarkan buku panduan CPNS. Beberapa pedagang kaki lima juga bermain dalam bisnis buku bermateri tes dan panduan CPNS ini. Sumiarti misalnya, wanita yang melirik maraknya penerimaan CPNS akhir-akhir ini juga menjajakan buku tes CPNS. Meski harus berjuang dengan teriknya sengatan matahari dan dinginnya hujan, dirinya tetap lincah memanfaatkan peluang.

Buku yang ditawarkan Sumiarti berbeda dengan buku yang ada di toko buku. Buku yang dijual dalam bentuk fotokopi dengan harga Rp 10 ribu.

Ia mengakui, penjulan buku ini cukup mendatangkan  rezeki kalau saat musim penerimanan CPNS. Hanya saja  harus mengetahui lokasi-lokasi potensial untuk berjualan. “Harus tahu di mana lokasi jualan, misalnya pas pengambilan nomor ujian pasti banyak juga yang jualan,” ujarnya ketika menawarkan buku di kantor Pos Besar Surabaya.

Sumiarti bersama beberapa rekannya harus sering berpindah lokasi berjualan. Ketika Kementrian Perhubungan membuka lowongan, dirinya berjualan didepan Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan di kawasan Jemur Andayani. Namun, giliran Kementrian Keuangan yang membuka dirinya menjajakan buku-buku CPNS tersebut di Gedung Keuangan Negara (GKN I) di jalan Indrapura.

“Yang pasti kita usaha untuk tahu dimana lokasi ada PNS-an. Disitu kita coba jualan, karena disitu biasanya kita untung,” katanya.*

*) Surabaya Post,23 November 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan