-->

Kronik Toggle

27 Ribu Anak Usia Dini Perlu Diajari Membaca

Sekitar 27 ribu anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya perlu diajari membaca. Saat ini, ada total 40 ribu anak berusia 3 tahun yang seharusnya belajar membaca. Tapi baru sepertiganya yang ditangani pos PAUD.

Dalam waktu sekitar 1-2 tahun 40 ribuan anak-anak usia dini membaca. Upaya ini akan dilakukan terus-menerus seiring dengan kelahiran anak yang diperkirakan bisa mencapai 20 ribu- 30 ribu. Tidak hanya mengajari, tapi pendidikan PAUD juga harus memberikan pengalaman yang menyenangkan. Menurut DANIEL M. ROSYID Koordinator Gerakan Anak Surabaya Membaca, penting bagi anak-anak untuk senang membaca. Dengan membaca, selera budaya dan kebiasaan anak bisa menjadi lebih sehat.

“Ini evolusi diam-diam. Anak yang senang membaca tidak akan banyak menonton. Mereka akan lebih produktif, seleranya jadi lebih sehat dan lebih baik,” ujar DANIEL pada wartawan usai pencanangan Gerakan Anak Surabaya Membaca di Pusat Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung Plaza, Selasa (30/11).

Karena itu, training diberikan kepada 1.500 bunda PAUD yang tersebar di 900-1000 pos PAUD se-Surabaya. Modul membaca menggunakan metode berbasis kata dan pengalaman. Cara seperti ini lebih menyenangkan untuk anak.

Segera setelah anak bisa membedakan bentuk, memahami kata-kata dan bisa berbicara atau diperkirakan usia 3 tahun, mereka bisa diajari membaca. Tidak hanya itu, mereka juga perlu belajar dengan sistem outing, mengenal atau melihat langsung objek. Misalnya, belajar mengenal hewan dengan melihat hewan secara langsung dan mengenal profesi petani di lahan pertanian.

Kata DANIEL, pendidikan sekarang ini cenderung mengasingkan anak-anak dengan lingkungannya. Gerakan Anak Membaca pun dilakukan untuk mengubah metode pendidikan tersebut menjadi metode yang lebih menyenangkan bagi anak.(git)

*) suarasurabaya.net 30 November 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan