-->

Kronik Toggle

Tiga Jam Melukis di Punggung Julia Perez

Jakarta — Menyambut Afrika Selatan 2010, pesta bola sedunia, yang akan berawal pada Jumat, 11 Juni,  Tempo menerbitkan buku Pesta Gol Afrika yang telah beredar di toko-toko buku sejak Selasa 1 Juni. Dengan tebal 131 halaman, buku—sejumlah pembaca menyebutnya “majalah bola Tempo” karena bentuknya dirancang irip majalah Tempo hanya berukuran lebih lebar sekitar tiga sentimeter.

Terbagi dalam empat babakan besar (Menuju Afrika, Sejarah, Profil dan Pernik), Pesta Gol Afrika sejatinya semacam rujukan bagi para penggila bola. Dari profil para bintang di lapangan mau pun dalam kehidupan pribadi mereka, megabisnis yang dialirkan pesta bola raksasa ini, hingga hitung-hitungan kekuatan lapangan dari berbagai tim yang bakal bertarung.

Satu hal yang tampaknya amat menarik pembaca—setidaknya dari deringan telpon  ke ruang redaksi  yang menanyakan soal ini—adalah,  benarkah gambar Chistiano Ronaldo di sampul buku ini dilukis langsung di kulit punggung? Jawabannya: 100 persen benar.

Sejak buku ini dirancang pada Maret lalu oleh tim produksi Pesta  Gol  Afrika yang melibatkan sejumlah penulis, editor, periset foto, hingga para perancang grafis, cover istimewa ini kami sepakati melalui debat panjang. Termasuk pemilihan artis dan penghibur Julia Perez sebagai sampul buku—lebih tepatnya, punggung Julia Perez.  Jupe, begitu dia biasa  disebut tertarik pada ide yang ditawarkan. Jadilah!

Pada 9 Maret lalu, kami membuka dua suite di lantai tujuh Hotel Peninsula, Jakarta Barat. Satu kamar menjadi markas kerja sementara, kamar lain disulap menjadi studio. Ada dua bintang di ruangan studio hari itu. Pertama, Jupe, yang merelakan punggungnya. Dan Kendra Paramita, 30 tahun, yang mendapat tugas mencorat-coret punggung sang artis.  Kendra, yang telah lima tahun bergabung dengan Tempo sebagai perancang grafis,  melakukan beberapa riset kecil dan persiapan khusus untuk melukis punggung Jupe.

Pertama, bahan-bahan cat yang tidak akan menimbulkan iritasi kulit. Akhirnya, dia memilih cat snaraoo face & body paint dengan beberapa macam warna. “Cat jenis ini sebetulnya untuk muka, jadi tidak akan mengiritasi kulit,” Kendra menjelaskan. “Tapi agar lebih yakin, saya mengetes dulu efek cat ini di wajah pacar saya. Dan, aman-aman saja,” ujar Kendra sembari terbahak.

Tepat pukul 13.00 WIB, model sampul muncul di lantai tujuh Peninsula, dan segera saja bergabung dengan Kendra, para editor grafis, serta fotografer. Khusus untuk memotret sampul buku ini, editor foto U-Magazine—majalah gaya hidup pria dari Kelompok Tempo Media —Ijar Karim, turun tangan sendiri.  Diskusi antara sang model, Kendra, Ijar, dan para editor grafis berlangsung selama 30 menit. Lalu “sesi melukis” pun dimulai.

Untuk menjaga mood Jupe, diputarlah lagu-lagu Latin—kekasih artis ini adalah seorang pemain bola berdarah Latin. Potongan-potongan mangga matang, vitamin C 1000 mili, serta steak tenderloin, adalah kudapan yang disiapkan untuk Jupe mau pun seluruh tim yang bekerja di “studio mini” di lantai tujuh Peninsula itu. “Pekerjaan menjadi lebih ringan karena Jupe sangat profesional, mudah bekerja sama dan tidak rewel,” ujar Kendra.

Dua jam melukis, Kendra meminta jeda 15 menit. Lalu dia mengebut kembali melukis sembari berkonsultasi kepada Kepala Desainer Grafis Majalah Tempo, Gilang Rahadian.  Kendra menyelesaikan lukisannya pada pukul 16.00, lalu tes foto pun dimulai. Ijar memberi beberapa saran dan mengambil beberapa sampel perdana. Jupe diminta mengambil beberapa posisi yang membuat ekspose punggung terlihat sempurna, namun wajah, dan terutama ekspresi sang model, bisa tertangkap kamera secara utuh.

Sekitar pukul 19.15  WIB, berakhirlah seluruh penggarapan cover hari itu. Apa komentar Kendra? “Saya sebetulnya belum puas dengan karya ini,” ujarnya. Jadi, kalau ada kesempatan lagi melukis tubuh artis lain, “I would really love to do it again,” ujarnya sembari tersenyum.

Hermien Y. Kleden

*) Tempointeraktif, 7 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan