-->

Kronik Toggle

Polwiltabes Bandung Sangkal Kirim Anak Buah Cari Tempo

BANDUNG – Kepala Polwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno menyangkal telah menyuruh anak buahnya untuk mengecek peredaran Majalah Tempo bertajuk ‘Rekening Gendut Perwira Polisi’ di wilayahnya. “Wah nggak ada itu, apa urusannya?” kata Imam saat dihubungi  Tempo melalui telepon di Bandung, Senin (28/6) malam.
Imam mengakui mendengar adanya kabar pemborongan Majalah Tempo edisi terbaru di Jakarta. Namun ia menyangkal, ada perintah untuk melakukan itu di Bandung. “Tapi urusannya dengan kami di sini apa? Urusan Kamtibmas saja masih banyak, kok ngurusin Tempo. Nggak ada,”tegas dia.

Meski begitu, Imam sempat balik menanyakan identitas ketiga pengaku anggota Polwiltabes itu. “Supaya bisa kami telusuri sekalian kros cek bener nggak saya perintahkan mereka,”tandas dia.

Seperti diketahui, tiga pria yang mengaku polisi mendatangi kantor Tempo biro Bandung di Jalan Bengawan 7A, Kota Bandung, Senin malam. Seraya mengklaim anggota Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, mereka menanyakan peredaran Majalah Tempo edisi terbaru.

“Mereka menanyakan berapa tiras Majalah Tempo di Bandung? Ada berapa agen majalah dan minta alamat agen untuk nanyain peredaran majalah,”kata Kepala Sirkulasi Tempo Biro Bandung Didit Setiaji,  Senin  (28/6) malam.

Datang mengunakan Taft warna putih, ketiga lelaki itu berpakaian preman. Kepada Didit, salah satu diantaranya mengaku bernama Elang, dan berasal dari  Polwiltabes Bandung. Hanya lima belas menit, mereka bertamu di kantor, Didit ditanya segala rupa berkaitan dengan tiras dan peredaran Majalah Tempo.

Didit juga ditanya soal dimana agen-agen Majalah Tempo yang ada di Bandung. Kepada tamunya, Didit pun lalu menerangkan tiras Majalah Tempo di Bandung Raya sekitar 10 ribu eksemplar.  Didit menolak memberikan alamat agen yang tercatat di kantornya.

Kepada tiga orang yang mengaku polisi itu, Didit menyarankan mereka ke bursa penjualan koran dan Majalah di Cikapundung, Bandung. ” Saya sarankan kalau mau nanya agen dan anak buahnya supaya ke Pasar Cikapundung dini hari” kata Didit

Cikapundung atau Jalan Cikapundung Timur, atau di belakang Gedung Merdeka Bandung dikenal sebagai bursa dan distribusi koran dan majalah kalau pagi hari.

WDA | ERICK P HARDI

*) tempointeraktif, 29 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan