-->

Tokoh Toggle

I Dewa Gede Ngurah Suparta Ikhlas Berbagi Ilmu

“HARI ini pulang lebih awal. Pukul enam sore sudah pulang,” kata I Dewa Gede Ngurah Suparta. Ketua Pasraman (sekolah agama Hindu) di Pura Jala Sidhi Amerta itu tidak terlihat lelah meski baru tiba di kediamannya, Perumahan Deltasari Indah, Rabu petang lalu (23/6). Pria 53 tahun tersebut baru saja melaksanakan kegiatan ibadah. ”Harus semangat beribadah meskipun banyak pekerjaan yang harus dijalankan,” ujar bapak tiga anak itu.

Ibadah merupakan kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan oleh pria yang akrab disapa Dewa itu. Setiap hari, dia senantiasa ingat kepada Sang Pencipta. Bahkan, dia menganggap kegiatan sebagai ketua Pasraman juga bentuk ibadah. Sebab, kegiatannya selalu berkaitan dengan ilmu-ilmu agama yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. ”Berbagi ilmu sebagai guru pun ibadah,” ungkap pria yang tercatat sebagai guru di SMPN 7 Surabaya dan kepala SMP PGRI 5 Surabaya itu.

Karena menganggap aktivitas yang dijalankan sebagai ibadah, Dewa senantiasa bersikap ikhlas menjalankan segalanya. Tidak hanya itu. Dia dan keluarga berbesar hati meski hanya memiliki sedikit waktu untuk berkumpul. ”Sering juga liburan untuk menjalankan pekerjaan,” tuturnya.

Sehari-hari pun, Dewa tidak pernah libur. Pukul 06.00 dia sudah meninggalkan rumah, paling cepat pukul 18.00 baru kembali ke rumah. Minggu masih dia gunakan untuk mengurusi sekolah agama. ”Kepentingan lain yang menyangkut sekolah agama di luar hari Minggu pun harus saya kerjakan,” ceritanya.

Apalagi Dewa berharap Pasraman benar-benar menjadi lembaga yang dibutuhkan masyarakat. Yakni, membantu setiap sekolah, terutama dalam pelajaran agama Hindu. Sebab, tidak semua lembaga pendidikan memiliki guru untuk mengajarkan agama tersebut. Karena itu, Pasraman juga berperan memberikan nilai agama bagi para siswa.

”Yang penting, para siswa Pasraman bisa mendapatkan pelajaran dengan baik,” katanya. Baik teori maupun praktik. Sebab, areal pasraman ada di lingkungan pura. Selain itu, para siswa juga diajari berbagai keterampilan yang mendukung kegiatan keagamaan yang mereka anut. 

Membaca Pendukung Aktivitas

SEBAGAI seorang pendidik, I Dewa Gede Ngurah Suparta berupaya menambah ilmu pengetahuan. Pria 53 tahun itu tak ingin ilmunya tidak berkembang. Bapak tiga anak tersebut rajin membaca. ”Membaca mendukung aktivitas saya selama ini,” katanya.

Bahkan, bagi Dewa, membaca merupakan rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan. Baik membaca buku-buku berisi ilmu pengetahuan umum, buku yang terkait dengan bidang pekerjaanya sebagai guru elektronik, maupun buku agama. ”Buku agama juga perlu. Sebab, ketua pasraman juga bisa mendadak menjadi guru,” ungkap pria kelahiran Bangli itu.

Dengan demikian, lanjut Dewa, bekal sebagai guru agama pun harus dia miliki. ”Biasanya, selesai sembahyang, saya menyempatkan diri untuk membaca buku agama,” tuturnya. Kebiasaan baik itu tidak disimpan sendiri. Dewa juga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk gemar membaca. Pasalnya, membaca membuat pengetahuan bertambah. Dewa mendukung anak-anak dengan menyediakan buku yang diperlukan.

Apalagi, kini dua anaknya duduk di bangku kuliah. Buku pun menjadi bahan yang vital. Terutama, bagi anak pertamanya yang sedang menyusun tugas akhir. ”Apalagi saya. Kalau tidak rajin membaca, guru bisa ketinggalan dari muridnya,” ujarnya, lantas tertawa. (may/c10/nda)

Tentang I Dewa Gede Ngurah Suparta

Lahir: Bangli, 31 Desember 1957

Anak: Tiga orang

Aktivitas sang Guru Agama

– Menjadi ketua pasraman (sekolah agama Hindu) periode 2008-2009 hingga 2014

– Membagikan ilmu sekaligus beribadah

– Tidak pernah libur. Sebagian besar waktu untuk berbagi ilmu

– Agar ilmu bertambah, mengembangkan diri dengan membaca buku

*)Jawapos, 25 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan