-->

Kronik Toggle

Hermawan Kartajaya Luncurkan Buku 'Marketing 3.0'

Dubai – Hermawan Kartajaya menyedot perhatian kalangan bisnis dan profesional asing dalam peluncuran buku ‘Marketing 3.0’ di salah satu pusat keuangan dunia, Dubai.

Buku terbaru yang digarap bersama Phillip Kotler, profesor marketing internasional dari Kellogg School of Management, itu diluncurkan Hermawan selaku co-author di ruang pertemuan KJRI Dubai dengan sambutan pembuka dari host Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran, Minggu (6/6/2010).

Hermawan mengemukakan, dunia saat ini sedang berubah secara mendasar khususnya dengan meluasnya penggunaan komputer, internet dan telepon genggam. “Sehingga pola interaksi antar manusia tidak lagi vertikal, namun horisontal,” papar pakar jebolan Glasgow University, Skotlandia itu.

Perubahan itu berpengaruh pula terhadap perkembangan konsep marketing, dari marketing 1.0 (product-centric), marketing 2.0 (consumer-centric), menjadi marketing 3.0 (human-centricity).

Menurut Hermawan, perubahan tersebut juga terjadi di Indonesia, yang menyebabkan Indonesia sejak beberapa tahun terakhir menjadi jauh lebih demokratis, transparan dan terbuka.

“Perekonomian Indonesia juga membaik, antara lain dengan diakuinya Indonesia sebagai anggota G-20 dan BRICI, yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Indonesia,” demikian Hermawan, Rabu (9/6/2010).

Sekretaris I Pensosbud Yana Rudiyana kepada detikFinance mengatakan, Presiden dan pendiri Markplus Inc. itu telah menunjukkan kepada kalangan bisnis dan profesional asing yang beroperasi di Dubai bahwa Indonesia memiliki pakar marketing kelas dunia.

Lanjut Yana, peluncuran buku terbaru Hermawan tersebut berlangsung sukses. “Walaupun diselenggarakan pada hari libur, kalangan bisnis dan profesional di Dubai bersedia meluangkan karena pendekatan dan hubungan baik KJRI Dubai dengan mereka,” ujar Yana.

Tercatat pengunjung peluncuran ‘Marketing 3.0’ antara lain para profesional dan bisnis dari Indonesian Business Council, CEO beberapa perusahaan dari Inggris, Austria, Jepang, India, Pakistan, Sri Lanka, Palestina, staf KJRI, dan pengusaha setempat Uni Emirat Arab.
(es/es)

*) Detikfinance.com, 9 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan