-->

Kronik Toggle

Harga Ilustrasi Dalam Narasi

Jakarta – Dalam sastra koran, cerita pendek memiliki ruang yang lebih dalam, bukan sekadar narasi. Menyandingkannya dengan ilustrasi yang tepat membuat pembaca lebih menjiwai karya cerpen.

Bukan sembarang ilustrator. Dalam cerpen-cerpen yang dimuat setiap Minggu di harian Kompas, melibatkan perupa-perupa yang aktif dalam berkarya. Mereka menyelami ruang sastra dan menginpretasikannya dalam bentuk visual, baik lukis, patung, maupun instalasi.

Ruang bagi perupa dalam ilustrasi cerpen Kompas sama pentingnya dengan para penulis. Ilustrasi tak lagi sebagai pelengkap.

Menyusul penerbitan kumpulan cerpen pilihan Kompas sejak tahun 1992, tahun ini diluncurkan untuk pertama kalinya kumpulan buku ilustrasi cerpen tahun 2009.

Dipilih 51 ilustrasi karya perupa asal Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Bali. Dengan hampir separo ilustrator berasal dari Yogyakarta.

Pameran ke-51 ilustrasi cerpen tersebut dibuka Senin (28/6) di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Barat, dan berakhir 4 Juli mendatang. Pameran ini merupakan pameran ilustrasi cerpen Kompas ke-7, sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2003.

Jean Couteau, juri ilustrasi cerpen Kompas 2009, dalam buku pengantar mengatakan ilustrasi yang baik dan kreatif hendaknya memiliki keterkaitan dengan tema naratif. Ilustrasi juga harus mampu melampaui dan menyumbangkan makna simbolis yang memperluas ruang tafsir.

Menurut dia, ilustrasi cerpen Kompas tahun 2009 banyak yang lemah menyampaikan makna tersebut. Semata-mata hanya tempelan “naratif” permukaan. Beberapa lainnya meskipun cukup berhasil secara visual, lebih merupakan karya lukis murni ketimbang karya ilustrasi dalam artian genre yang otonom. (E4)

*) VHR Media, 30 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan