-->

Kronik Toggle

Gendut Sudarto,Soal Suap Buku BP

BANTUL: Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Gendut Sudarto membantah tuduhan dugaan suap pengadaan buku senilai Rp1 miliar melalui PT Balai Pustaka pada 2005, seperti yang disebutkan Aliansi Penyelamatan Indonesia (API).

Gendut menegaskan peminjaman uang sebesar Rp500 juta kepada Murad Irawan, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Balai Pustaka tidak berkaitan dengan pengadaan buku ajar.

Peminjaman dilakukan karena Pemkab mengalami kesulitan keuangan terkait pengadaan komputer dari Jepang. Pemkab menerima tawaran peminjaman uang dari Murad sebesar Rp500 juta, bukan Rp1 miliar, karena Rp500 miliar, berupa cek tidak bisa dicairkan.

“Pinjaman uang ke rekening pribadi saya murni utang, tidak ada hubungan dengan pengadaan buku. Semua sudah saya kembalikan. Tidak benar kalau dikatakan ada suap,” tegas Gendut saat ditemui di selasela Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Anggaran 2009 di Gedung DPRD, Kamis (10/6).

Pengembalian utang itu dibuktikan melalui kuitansi yang ditunjukkan Gendut. Yakni kuitansi tertanggal 10 Mei 2007 senilai Rp200 juta, tertanggal 9 Oktober 2007 senilai Rp100 juta, tertanggal 5 November 2007 senilai Rp 10 juta dan tertanggal 14 Desember 2007 senilai Rp140 juta.

“Semua sudah saya kembalikan secara bertahap dan nilainya Rp550 juta,” imbuh dia. Dari keempat kuitansi itu, tiga di antaranya dilengkapi materai. Sedangkan satu kuitansi tidak dilengkapi dengan meterai.

Dalam kuitansi itu juga tidak dituliskan secara jelas orang yang membubuhkan tanda tangan, hanya keterangan Gendut telah membayarkan uang pinjaman. Gendut justru menengarai aksi unjuk rasa API terkait kekecewaan sejumlah pihak yang kalah dalam pilkada beberapa waktu lalu.

Sementara, ditanya soal Kejari bersikeras menuntaskan kasus Bantul Kota Mandiri (BKM), termasuk menyelidiki aliran dana ke rekeningnya, Gendut menegaskan kasus itu sudah usai. “Sudah selesai kok.

Wong di pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga dikatakan sudah selesai,” ucapnya seraya mengatakan selama ini selalu berkomunikasi baik dengan Kejari. Terpisah, Koordinator API Soni Setiawan menegaskan ada kasus korupsi dalam pengadaan buku Balai Pustaka.

“Peminjaman uang itu ada hubungannya dengan proyek pengadaan buku,” tegasnya. Soni mengatakan aksi itu adalah pancingan. API akan menunggu reaksi dari kalangan eksekutif, legislatif dan niat baik penegak hukum. Pihaknya siap membeberkan data demi kepentingan penegakan hukum.

“Kami nunggu reaksi,” katanya. Data yang dikantongi API, Gendut diduga menerima uang suap sebesar Rp1 miliar. Pada 15 April 2005, diduga seseorang yang bernama Murad dari CV Ramadhani mentransfer uang dengan cara memindah bukukan Buku Tabungan Plus (Taplus) BNI dari ke rekening atas nama Gendut Sudarta sebesar Rp500 juta.

Pada tanggal yang sama, CV Ramadhani menerbitkan cek sebesar Rp500 juta, yang dicairkan Pemkab Bantul. Proses tersebut diketahui PT Balai Pustaka. ” Penggunaan uang tersebut sampai saat ini tidak diketahui. Tidak pernah ada penjelasan,” ujar Soni.(SIM)

*) harianjogja.com 11 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan