-->

Kronik Toggle

Foto Copy Majalah Tempo Terbaru Juga Laku di Pekanbaru

Pekanbaru – Meski dijual dengan harga Rp 50 ribu per eksemplar atau naik dari harga eceran sebelumnya yang Rp 27 ribu, majalah Tempo edisi terbaru langsung ludes di Pekanbaru. Majalah berita mingguan yang biasanya di Pekanbaru beredar Selasa siang, menjelang Selasa sore ini juga tidak terlihat lagi di pasaran.

“Hanya dua jam laku 154 eksemplar. Soalnya sejak Senin kemarin para langganan sudah banyak yang memesan majalah tambahan,“  kata salah seorang agen bacaan di lingkungan perkantoran Pekanbaru, Emi. ”Malah ada yang minta tolong di foto copy. Soalnya saya hanya kebagian 160 eksermplar saja.”

Menurut Emy, sejak heboh berita aksi borong majalah Tempo dengan cover bertuliskan Rekening Gendut Perwira Polisi itu pada Senin (28/6) kemarin, pihaknya sudah menduga majalah yang sudah 20 tahun lebih diecernya itu, bakal laris manis. Apa lagi, sejak Senin siang kemarin, sejumlah pelanggannya mewanti-wanti agar majalah langganannya dipastikan dikirim.

“Malah ada yang minta tambahan beberapa eksemplar. Untuk tambahan itu, harganya bisa mencapai Rp 50 ribu per biji tapi tidak ada polisi yang membeli,” ungkapnya.

Lain lagi pedagang bacaan asongan di kawasan pertokoan seputaran Mal Pekanbaru di Jalan Sudirman. Sejumlah pengecer menyebut, mereka hanya kebagian beberapa eksemplar, dari masing-masing memperoleh puluhan jatah sebelumnya. Itu sebabnya, mereka menaikkan harga jual hingga Rp 50.000 per eksemplar. Juga ludes.

“Ada dua orang kawan pengecer yang mem-foto copy laporan majalah Tempo pekan ini, yang hanya depan saja. Hanya 8 lembar yang berisi cerita duit polisi itu, kopiannya bisa dijual Rp 5.000,” tutur Jhon, pengecer bacaan di bilangan Pertokoan Jalan Sudirman Pekanbaru. “ Kami sekarang sudah mem-foto copy banyak-banyak. Mudah mudahan laku.”

Aksi borong habis majalah Tempo edisi terbaru ini juga membuat sejumlah agen di Pekanbaru khawatir tidak dapat memenuhi jatah para pelanggannya. Untuk mengatasi itu, menurut salah seorang agen Tempo di Pekanbaru, pihaknya terpaksa meminta agar majalah Tempo yang bakal dikirim dari Jakarta itu, dibungkus dengan kertas majalah ber-lebel lain.

“Terpaksa kami siasati begitu. Pembungkusnya memakai kertas majalah anu tapi isinya tetap Tempo. Ini menjaga kepastian jatah pelanggan,” ujar salah seorang agen di Pekanbaru.

Sebenarnya aksi borong Tempo bukan kali ini saja. “Tidak jarang juga yang datang ke sini untuk membeli habis seluruh majalah. Tentu saja harganya berbeda. Tapi biasanya sehari kemudian kami minta kirimi lagi karena tetap dicari orang.”

Jupernalis Samosir

*) tempointeraktif, 29 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan