-->

Kronik Toggle

Belajar Terus Menjadi Manusia Dengan Membaca Buku

Belajar menjadi manusia adalah bagian penting dalam kehidupan. Caranya, satu diantaranya adalah dengan rajin membaca buku ilmu pengetahuan. Apapun jenisnya. Hal itu mengemuka pada bedah buku: Nicotine War, Kamis (17/06).

EMHA AINUN NADJIB budayawan yang menyampaikan hal itu, Kamis (17/06) dalam kesempatan menjadi satu diantara pembicara bedah buku: Nicotine War, di hall lantai dua toko buku Petra Toga Mas, Jl. Pucang, Surabaya.

Saat ini, lanjut Cak NUN sapaan EMHA AINUN NADJIB, masyarakat kita sudah dibodohi. Dibodohi oleh banyak pihak. Bahkan pemerintah yang berkuasa sekarang juga membodohi rakyatnya.

“Tapi persoalannya yang penting adalah, apakah kita sadar bahwa kita memang masih bodoh dan gampang dibodohi. Karena itu, membaca buku apapun jenis dan bentuknya, merupakan satu diantara cara untuk belajar menjadi manusia,” kata Cak NUN.

Persoalan-persoalan yang ada sekarang ini, menurut budayawan asal Jombang, Jawa Timur tersebut, merupakan sebuah hasil dari kebodohan itu. “Bayangkan saja kalau kita semua yang ada disini, bukanlah orang–orang yang dengan mudah dibodohi, kita tidak akan menganggap penampilan artis pada video porno yang sedang marak itu sebagai sesuatu yang mengejutkan,” lanjut Cak NUN.

Karena itu, lanjut Cak NUN, membaca hendaknya mulai dijadikan sebagai sebuah cara untuk memerangi kebodohan. “Bukan berarti saya menganjurkan membaca Nicotine War ini. Karena semuanya pilihan. Kalau mau menjadi manusia yang tidak bodoh membacalah,” tuntas Cak NUN.

Bedah buku Nicotine War, Kamis (17/06) selain menghadirkan EMHA AINUN NADJIB, juga dimoderatori LAN FANG, serta dihadiri berbagai kalangan masyarakat di Surabaya.(tok)

*) Suarasurabaya.net 17 Juni 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan