-->

Kronik Toggle

Terbit, 'The Last Words of Chrisye'

JAKARTA – Mengenang tiga tahun kepergian Chrisye, Alberthiene Endah me-launching buku biografi kedua sang musisi legendaris itu. Bertajuk The Last Words of Chrisye, penulis kelahiran Bandung tersebut mengatakan, terbitan kali ini lebih personal. Kisah yang dituturkan tidak hanya seputar karir Chrisye di bidang musik. Fokusnya lebih kepada pergulatan batin Chrisye mengenai pelbagai persoalan, mulai karir, keluarga, sahabat, hingga bagaimana beratnya dia menjalani hari-hari saat sakit.

Perempuan yang akrab di sapa AE tersebut mengatakan, bahan-bahan untuk buku kedua itu sebenarnya berasal dari ”curhatan” Chrisye saat pembuatan biografi pertama pada 2006. Di mata AE, ketika itu Chrisye begitu terbuka bercerita segala hal. Dengan demikian, dia bisa berbicara banyak dari hati ke hati.

”Beliau sangat cerewet mencurahkan isi hatinya. Malah terkadang bergosip juga, terutama soal musisi yang sedang happening saat itu. Surprise banget,” kata AE di Kinokuniya, Plaza Senayan, kemarin (7/5) lantas tertawa.

Yang tidak biasa, AE merasa Chrisye yang meninggal pada 30 Maret 2007 seolah ingin menceritakan banyak hal kepada dirinya. ”Mungkin beliau sadar bahwa waktunya tidak lama lagi,” imbuh AE.

”Padahal, awalnya saya merasa pesimistis bografi ini bisa selesai mengingat tidak mudah mewawancarai Chrisye yang seoarng intover dan mudah tersinggung, apalagi saat itu beliau sedang sakit.”

Merasa sekadar curhatan seorang teman, AE hanya menyimpannya dalam hati. Saat sang legenda pergi, AE berpikir curhat-curhat tersebut justru bagian penting dari seorang Chrisye karena saat sakit itulah, dia merasakan makna hidup yang sesungguhnya. ”Maka, saya sengaja menyimpannya dan mengeluarkannya untuk menandai tiga tahun kepergian Chrisye,” ujar perempuan yang juga dipercaya menulis biografi Krisdayanti dan Titiek Puspa tersebut.

Damayanti Noor, istri almarhun Chrisye, mengatakan senang dengan peluncuran buku biografi kedua itu. Yanti, sapaan akrab perempuan berkerudung tersebut, melihat Chrisye jauh lebih jujur dan terbuka kepada dirinya. Itu jelas menjadi sesuatu yang baru bagi Yanti mengingat Chrisye yang dikenalnya adalah sosok yang tidak mudah begitu saja bercerita mengenai dirinya.

”Maka, saya kaget ketika akhirnya dia mau ngomong tentang perselisihannya dengan Joki (Joki Suryoprayogo, Red) dan Eros Djarot. Memang, di buku ini dia tidak merinci dengan jelas persoalannya. Tapi, akhirnya dia mau bicara, itu sudah kemajuan. Padahal, sebelumnya nggak mau ngomong,” ujar Yanti.

Sumber: Jawa Pos, 8 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan