-->

Kronik Toggle

Tekan Buta Aksara, Dindik Jember Optimalkan Gugur Gunung

Jember – Dipandang tidak menguntungkan untuk didirikan lembaga pendidikan di kawasan terpencil dengan alasan jumlah penduduknya yang sedikit, memicu timbulnya buta aksara di Kabupaten Jember.

Sehingga dalam beberapa waktu lalu ada sejumlah 112 ribu orang penyandang buta aksara dari berbagai usia. Tingginya angka jumlah buta aksara di Kabupaten Jember waktu itu karena disebabkan sejumlah faktor yang diantaranya tidak tersedianya sarana pendidikan hingga ke daerah pelosok.

Sejak tahun 2005 lalu jumlah buta aksara di Kabupaten Jember bisa ditekan, hal tersebut dilakukan dengan cara gugur gunung sehingga bisa menjangkau lapisan masyarakat bawah penyandang buta aksara.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember Drs. Ahmad Sudiyono, SH.MSi.MPsi di hadapan para peserta rapat kordinasi dan sinkronisasi bidang pendidikan Se-Kecamatan Sumbersari.

Dari data yang ada di Dinas Pendidikan Pemkab Jember dicananangkan program pemberantasan buta huruf di Kabupaten Jember dijumpai diberbagai tingkatan umur. Umur produktif yakni 15 hingga 45 tahun mencapai 30 ribu lebih, sedang mereka yang berusia lanjut yakni lebih dari umur 50 tahun berjumlah 82 ribu orang.

“Hal tersebut berkat keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan di Kabupaten Jember meskipun belum maksimal,” jelasnya, Senin (10/5/2010).

Indikator keberhasilan lainnya yakni dengan diterimanya penghargaan Widya Krama Paripurna dari Presiden SBY . Penghargaan tersebut menurut Achmad adalah kebanggaan bagi masyarakat Jember, seiring dengan membaiknya APK pendidikan dasar sembilan tahun kurang dari 70%, pada tahun 2004-2005 kini meningkat menjadi 2008 lalu naik menjadi 98,20%.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dari para guru dengan semangat yang dipunyai, padahal target APK tingkat nasional hanya 95% dan Kabupaten Jember dinilai over target dalam perolehan APK dan ini merupakan prestasi yang cukup gemilang,” terang Ahmad

*) DIkronik dari beritajatim, 10 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan