-->

Kronik Toggle

Sjahril Caci Maki Susno Lewat Bukunya

Jakarta – Penuh caci maki. Begitu kesan yang dapat dilihat dari buku ‘Susno, Jangan Ada Dusta di Antara Kita’ karangan Sjahril Djohan, pria yang dituding sebagai markus kelas kakap di Mabes Polri.

Dalam buku setebal 93 halaman itu, Sjahril menyebut Susno mulai dari terganggu jiwanya sampai berperut buncit. Ada 24 cerita dalam buku ini yang menggambarkan karir, kepribadian, dan hubungan mereka berdua.

Dalam buku itu, Sjahril yang kini mendekam di penjara, mengungkap hubungan dekatnya dengan Susno. Sjahril tidak secara frontal menyebut nama Susno. Mantan diplomat yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Gayus Tambunan itu mengganti nama Susno dengan S2G.

Kedekatan Sjahril dengan Susno tertuang dalam tulisan berjudul ‘S2G Adikku, Sahabatku…’. Sebagai kakak, Sjahril mengaku kerap menerima rengekan dari Susno. Mantan Kabareskrim itu pernah meminta Sjahril untuk membantunya mendapatkan rumah dinas di kompleks PTIK dan menjadi Kapolda Jawa Barat.

“Sayang, adikku yang nakal ini akhirnya tidak membalas budi,” kata Sjahril seperti dikutip detikcom, Rabu (19/5/2010).

Dalam preambule-nya, Sjahril juga terlihat sangat ‘sinis’ dengan sahabatnya itu. “Aku paling membenci dusta! Tapi di lingkungan Mabes Polri, aku adalah manusia yang paling akrab dengan S2G,” kata Sjahril mengawali tulisannya.

Sjahril juga menyebut S2G sebagi orang yang terganggu jiwanya. Melalui buku bersampul coklat itu, Sjahril mengajak masyarakat untuk bisa membedakan antara pahlawan dan orang yang kecewa.

“Manuver-manuver serta pernyataan S2G belakangan ini menyeret masyarakat ke arah yang sesat sehinga mereka tidak mampu lagi untuk memberdakan antara pahlawan yang berani karena benar, dengan seorang yang nekat dan ngomong seenaknya karena kecewa, karena marah atau karena terganggu jiwanya,” katanya.

Tidak cukup sampai di situ, Sjahril terus mencaci maki Susno di seluruh bagian bukunya. Di salah satu sub judul ‘S2G Sembah Tim 8’, Sjahril menuding Susno telah bersikap munafik.

“Yang menjijikkan khalayak ramai dan insan Bhayangkara, saat S2G memberi salam dengan cara menyembah ke Tim 8 dan tubuh dibungkukan. Caranya yang munafik mengambil hati para anggota dan Ketua Tim 8,” tulis Sjahril.

Bagaimana tanggapan Susno soal buku itu? Pengacara Susno, Ari Yusuf Amir mengaku tidak peduli dengan isi buku itu. Menurutnya, penerbitan buku itu memang untuk membungkam pengungkapan mafia kasus di kepolisian.

“Sjahril Djohan terserah berbicara apa saja. Dia memang sakti mandraguna, bayangkan hanya dengan keterangan Sjahril Djohan saja Susno bisa jadi tersangka. Apa itu tidak membuktikan kalau Sjahril masih kuat di kepolisian,” kata Ari.

*) Detiknews, 19 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan