-->

Kronik Toggle

Probosutedjo Luncurkan "Saya dan Mas Harto"

JAKARTA— Adik mantan (alm) Presiden Soeharto, Probosutedjo, meluncurkan buku bertitel Memoar Romantika Probosutedjo: Saya dan Mas Harto, Sabtu (1/5/2010) sore di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Peluncuran buku ini bertepatan dengan hari ulang tahun Probo ke-80. Dalam buku setebal 680 halaman itu, Probo menuangkan berbagai kisahnya bersama Soeharto. Ia mengungkapkan dengan terbuka bahwa di balik tudingan negatif tentang Soeharto, ia menyerap banyak catatan positif tentang cita-cita besar kakak kandungnya.

“Saya awalnya tidak mau menulis buku ini, tetapi banyak yang mendesak saya,” ujar Probosutedjo dalam jumpa pers sore ini.

Probo menilai, pascalengsernya Soeharto, banyak persepsi yang salah terhadap kakaknya tersebut. “Terutama mengenai sikap Mas Harto terhadap Bung Karno. Mas Harto sangat menghormati beliau,” ujarnya.

Pada salah satu bagian bukunya, Probo menceritakan mengenai cerita lain soal Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Cerita itu dituangkannya dalam Bab 8 yang diberi subjudul Misteri di Balik Supersemar.

Ia mengakui, buku memoarnya lebih banyak bercerita tentang romantikanya bersama Soeharto. Penulis buku memoar ini, Alberthiene Endah, mengungkapkan, menulis buku seorang Probosutedjo merupakan pengalaman berharga baginya. Menurutnya, di usia yang menginjak 80 tahun, Probo bisa bertutur dengan runtut peristiwa demi peristiwa.

“Beliau punya semangat cerita yang baik dan runut. Ini sangat membantu saya karena memberikan cerita yang memadai dan memudahkan saya dalam menulis. Beliau juga sangat berpijak pada fakta dan data yang ia miliki,” kisah wanita yang akrab disapa AE ini.

Buku berjudul Saya dan Mas Harto dibuat selama 5 bulan, terhitung sejak Desember 2009, dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Harga buku tersebut dibanderol Rp 200.000 untuk hardcover dan Rp 150.000 untuk yang softcover.

*) Dikronik dari Kompas Online, 1 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan