-->

Kronik Toggle

Polres Sidoarjo Luncurkan Komik UU Lantas

Cerita Sesuai Karakter Sidoarjo, Sebut Jenis Larangan dan Denda

Satlantas Polres Sidoarjo punya cara unik menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas (Lantas) dan Angkutan Jalan kepada anak-anak. Yaitu, melalui komik yang berisi penjelasan tentang tata tertib berlalu lintas.

EKO PRIYONO, Sidoarjo

Halo..halo. Iyo, Cak. Iki aku masih di jalan. Nanti tak kabari lagi, yo,” ucap seorang tokoh kartun. Dalam gambar, dia sedang menerima telepon saat mengendarai sepeda motor. Seorang ayah yang mengendarai mobil di belakang motor itu menasihati anaknya agar tidak menggunakan telepon saat berkendara seperti pengendara di depannya tersebut.

Itu adalah sebagian isi komik bikinan Satlantas Polres Sidoarjo. Komik berjudul Sadar Peraturan untuk Kita dan Semua tersebut diluncurkan kemarin (20/5). Isinya, poin-poin undang-undang lalu lintas yang baru. “Kami ingin peraturan baru ini mudah dipahami. Khususnya oleh anak-anak,” kata Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Ahrie Sonta Nasution.

Sekilas, komik tersebut tampak seperti buku tulis. Tapi, ketika dibuka muncul gambar-gambar yang dibubuhi percakapan. Isinya, rangkaian kisah aktivitas sebuah keluarga di Sidoarjo mulai pagi hingga sore. Setiap sisi cerita itu disisipi pendidikan tentang aturan lalu lintas yang baru.

Salah satu contohnya, kisah tentang dua siswa yang hendak pergi ke sekolah. Mereka diminta mengenakan sabuk pengaman sebelum mobil berjalan. Di bagian pojok bawah halaman diberi penjelasan pasal yang mengatur dan ancaman dendanya.

Demikian pula saat mereka menjumpai pengendara sepeda motor yang berbicara melalui telepon pada saat berkendara seperti kutipan di atas. Orang tua pun mengingatkan anak-anaknya agar tidak meniru hal serupa. “Pelanggaran seperti itu dendanya Rp 750 ribu,” ucap Ahrie.

Ide pembuatan komik tersebut berasal dari Kapolres Sidoarjo AKBP Mohammad Iqbal. Namun, konsep, jalan cerita, dan alurnya dibikin Ahrie. Dia butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan cerita tersebut. Sedangkan gambar, perwarnaan, dan produksi ditangani X-Go.W & Semut Ireng Artwork.

Meski berisi sosialisasi undang-undang, penyusunan komik tersebut disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Sidoarjo. Di bagian pembuka, Ahrie menampilkan gambar penjual lontong kupang. Percakapan dibuat campuran, antara bahasa Indonesia dan Sidoarjoan.

“Saya sempat kesulitan. Saya belum lancar berbahasa Jawa,” ucap pria kelahiran Jawa Barat itu. Dia rupanya tidak ingin meninggalkan corak Kota Udang. Tidak aneh jika dalam buku tersebut muncul ilustrasi sebuah pohon yang dipenuhi iklan jasa sedot WC dan badut seperti yang terlihat di berbagai sudut Sidoarjo saat ini.

Dia menjelaskan, edisi pertama komik tersebut akan dicetak seribu eksemplar. Buku itu akan disebarkan secara gratis ke sekolah-sekolah. Mulai TK, SD, SMP, sampai SMA. Ahrie menambahkan, pihaknya sudah menandatangani kontrak kerja sama untuk memasukkan pelajaran lalu lintas ke sekolah. (c13/ib)

*) Jawapos, 21 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan