-->

Perpustakaan Toggle

Perpustakaan SD Al-Irsyad

PeprustakaanPemenang Lomba Perpustakaan Se-Surabaya

Pada lomba Perpustakaan 2010 yang diselenggarakan Badan Arsip dan Perpustakaan Pemkot Surabaya, perpustakaan SD Al-Irsyad ditetapkan sebagai pemenang. Sebab, pengelolaan perpustakaan di sekolah yang terletak di Jalan Hang Tuah itu terbilang bagus.

SEJAK awal, SD Al-Irsyad ingin mengonsep perpustakaan dengan baik. Tidak sekadar sebagai tempat membaca. Namun, lebih dari itu, anak-anak bisa betah berada di perpustakaan. Karena itu, fasilitas perpustakaan juga dilengkapi. Di antaranya, terdapat fasilitas LCD dan layar. ”Bagi siswa SD, menumbuhkan minat baca sangat penting,” kata Zahratul Alimah, pustakawan SD Al-Irsyad.

Ruang perpustakaan di sekolah itu memang tidak begitu luas. Ukurannya sekitar 6 x 8 meter. Ada sekitar 1.700 judul buku. Mulai buku fiksi, ensiklopedia, sains, sosial, hingga sastra. Buku-buku tersebut tertata dengan rapi. Untuk bacaan anak-anak, Alimah mengatakan lebih mengutamakan buku seri lengkap. ”Jadi, bisa tuntas saat membaca,” ujarnya.

Penataan buku itu juga tidak asal. Buku-buku tersebut juga sudah diklasifikasikan sesuai jenis dan sangat detail dengan menggunakan sistem dewey decimal classification (DDC). Judul buku diklasifikasikan sesuai dengan kelas-kelas bukunya. ”Misalnya, buku tentang luar angkasa yang salah satu judulnya tentang bintang, harus lebih spesifik mengategorikan kelasnya,” jelas Alimah.

Selain melayani peminjaman buku, tersedia komputer dan laptop untuk browsing para siswa. Juga ada koleksi CD buku dan layanan audiovisual. ”Dengan adanya audiovisual, ada LCD dan layar, untuk library class, guru bisa meĀ­ngajak siswa untuk belajar di perpustakaan ini,” tambahnya.

Namun, tidak semua siswa bisa masuk perpustakaan. Pengelola memberlakukan jam berkunjung dengan ketat. Pada Senin, Rabu, dan Jumat, jadwal kunjungan untuk siswa putra. Selasa, Kamis, dan Sabtu siswa putri. Jam berkunjung pun hanya pada saat istirahat dan pulang sekolah. Yakni, pukul 09.20-pukul 09.50 dan pukul 13.00-pukul 14.00. Di luar jam itu, bisa diisi library class. ”Sesuai aturan, untuk laki-laki dan perempuan, jam berkunjungnya memang dipisah,” kata Alimah.

Wajar saja pengaturan itu diperlukan. Sebab, ada 680 siswa yang harus dilayani. Jika tidak atur dengan bagus, jelas semrawut pelayanannya. Setiap siswa akan diberi kartu khusus. Saat meminjam buku, kartu tersebut harus ditunjukkan untuk dicatat. ”Jadi, kami bisa tahu siswa mana yang rajin berkunjung dan siswa mana yang tidak. Nanti ini dilaporkan kepada guru. Agar guru bisa membantu untuk menumbuhkan minat baca sang siswa,” tegasnya.

Menurut Alimah, kesenangan membaca bisa digunakan sebagai salah satu ukuran untuk mengetahui tingkat komunikasi seorang anak kepada orang lain. ”Ini berkaitan dengan komunikasi dengan temannya dan perilaku sang anak. Namun, membaca tidak bisa dipaksakan. Kami ingin menumbuhkan minat baca anak-anak,” katanya. (puj/hud)

*)Jawapos, 29 mei 2010

1 Comment

Retno Hertiyani - 08. Nov, 2010 -

Bagus-bagus.Yang dimaksud kartu khusus itu apa?

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan