-->

Kronik Toggle

Oxford Luncurkan Kamus Tingkat Mahir Terbaru

JakartaOxford University Press, penerbit kamus dan buku referensi yang merupakan salah satu penerbit buku terbesar di Inggris, pada Selasa pagi meluncurkan Oxford Advanced Learner’s Dictionary (OALD) edisi kedelapan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Kamus yang diperuntukkan bagi para pembelajar Bahasa Inggris tingkat mahir ini memiliki fitur-fitur baru yang tidak ada dalam edisi sebelumnya.Edisi kedelapan ini, memuat sebanyak 184.500 kata, frasa, dan artinya. Selain memiliki seribu kata baru dan artinya, OALD ini juga terdapat 5.000 istilah yang biasa dipakai pembelajaran di dalam bisnis, sains, atau bidang tertentu. Ada pula 2.600 kata yang berkaitan dengan budaya Inggris dan Amerika dan 700 kata yang diambil dari negara-negara penutur Bahasa Inggris, seperti Inggris Singapura.

Menurut Oliver Bayley, Manejer Produk Oxford Asia, berdasarkan hasil riset selama tiga tahun sejak 2006, yang dilakukan di seratusan negara di dunia, terungkap bahwa salah satu momok bagi para pembelajar Bahasa Inggris adalah menulis. Untuk itulah edisi terbaru Kamus Oxford ini menyertakan tutorial penulisan yang terdapat dalam cakram padat yang disertakan dalam kamusnya.

Dengan Oxford Writing Tutor, para pembelajar bahasa Inggris tingkat mahir dapat membuat persiapan dalam membuat tulisan. Diberikan juga panduan langkah demi langkah mulai dari membuat kerangka esai sampai memilih padanan kata yang sesuai dengan konteks tulisan. Tutorial ini menyediakan pola-pola untuk berbagai jenis tulisan, baik untuk situasi formal seperti makalah penelitian dan presentasi atau yang informal semacam surat elektronik.

Dalam acara peluncuran ini berlangsung seminar yang membahas peran kamus ekabahasa dalam belajar Bahasa Inggris. Narasumber adalah Nany Setyono Kurnia, pakar lingustik terapan dari Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta dan pakar bahasa Harimurti Kridalaksana yang juga pengguna kamus OALD ini.

Nany menekankan perlunya para pembelajar memakai kamus ekabahasa tingkat lanjut yang bagus. Kamus ekabahasa, lanjut Nany memiliki kelebihan dibandingkan kamus dwibahasa. Salah satunya adalah memberi informasi yang luas mengenai pemakaian kosa kata dalam berbagai ungkapan dan konteks penggunaan yang tepat. Dengan memakai kosa kata yang tepat tidak saja sesuai dengan kaidah tatabahasa, juga tampak natural seperti penutur jati (native speaker).

Setidaknya ada empat kelemahan yang menurut Nanay sering dijumpai pada para pembelajar tingkat lanjut atau mahir ini. Yakni, pertama penambahan kosa kata tanpa penguasaan fraselogi (paduan kata) yang sepadan, kedua, kekurangpekaan akan gaya bahasa yang tepat untuk konteks tertentu. Ketiga, keterbatasan kota kata dan keempat pemahaman makna yang kadang meleset (kurang tepat).

Para pembelajar tingkat mahir di Indonesia menurut Nany kini jumlahnya terus bertambah. Hal itu dikarenakan kian banyaknya sekolah atau perguruan tinggi yang menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar belajar atau kuliah. Tidak saja di sekolah internasional, sekolah-sekolah pemerintah juga memiliki kelas khusus yang mengadakan program internasional, misalnya SMA Negeri 8 Jakarta.

Kamus OALD pertama diterbitkan pada 1948. Penulisnya adalah A.S. Hornby, seorang guru bahasa Inggris di Jepang. Hornby dikenal sebagai Bapak Kamus Bahasa Modern. Semua penjualan kamus ini untuk mendukung lembaga nirlaba yang didirikannya bernama Hornby Trust.

OALD menurut Bayley telah menjadi kamus tingkat lanjut terlaris di dunia. Sampai saat ini sudah terjual 35 juta kamus untuk semua edisi secara global. “Itu artinya setiap menit terjual satu setengah kamus,” ujar Bayley. Setiap edisi selalu diperbaharui berdasarkan masukan dari para guru dan pelajar di seluruh dunia.

l dody hidayat

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan