-->

Kronik Toggle

Maling Buku Nikah

SIAKSRIINDAPURA – Maling unik beraksi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak kemarin dini hari (5/5). Disebut unik karena maling yang diduga lebih dari seorang itu hanya mengambil buku nikah. Peralatan elektronik yang ada di kantor di Jalan Balai Kayang, Kabupaten Siak, itu tidak dibawa.

Pembobolan kantor KUA itu kali pertama diketahui Safi’i, salah seorang karyawan, sekitar pukul 07.15. Saat hendak membuka kantor, dia kaget karena pintu tengah kantor itu terbuka. Setelah masuk, dilihatnya ruang kantor acak-acakan. ”Karena khawatir, saya langsung melapor ke Polsek Siak,”’ ujar Syafi’i.

Beberapa menit kemudian Kapolsek Siak AKP Sugeng dan beberapa anggota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasar hasil sementara, pelaku diperkirakan lebih dari seorang. Mereka masuk dengan mencongkel terali besi jendela. ”Para pelaku mengambil surat nikah yang masih kosong,” tutur Kapolsek Siak.

Kapolsek menduga, kasus tersebut melibatkan orang dalam. Sebab, jika murni kejahatan, pelaku mestinya membawa semua barang yang ada di kantor tersebut, tidak hanya mengambil surat nikah kosong.

Kepala KUA H Muhaimin SHI saat dikonfirmasi juga mengatakan bahwa pelaku hanya mengambil 40 buku nikah kosong. ”Mungkin buku nikah kosong itu akan diperjualbelikan untuk kepentingan tertentu. Karena itu, kami ingatkan masyarakat jangan mudah tertipu dengan buku nikah palsu tersebut,” ujarnya.

Sedangkan Kasi Urais Kementerian Agama Kabupaten Siak H Mukhlis SHI yang yang kemarin datang ke tempat kejadian juga mengkhawatirkan pencurian buku nikah kosong tersebut. Karena itu, Mukhlis mengatkan kepada warga agar bisa membedakan buku nikah yang asli dan yang palsu. Caranya? Bisa dilihat nomor register, kepala KUA yang menandatangani, dan sistem penulisannya.

”Saya pernah dipanggil karena ada yang mengadukan pernikahan di Kecamatan Sungai Putih, Kabupaten Siak. Padahal, di Siak tidak ada KUA Sungai Putih. Karena itu, saya segera melapor Kemenag Siak dan Riau. Rupanya, ada bisnis nikah palsu,” ujarnya.

Berdasar pengalaman saat menjadi kepala KUA di Dumai, buku nikah itu bisa dijual ke TKI di luar negri Rp 2 juta atau Rp 4 juta. Sebab, buku nikah sangat penting untuk proses administrasi pembuatan paspor dan dukumen lain.
Sumber: Jawa Pos, 6 Mei 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan