-->

Kronik Toggle

Andi Malaranggeng Luncurkan Buku "SBY Ruh Partai Demokrat"

Jakarta – Andi Mallarangeng (AM) tak henti-hentinya terpingkal. Bersama seluruh orang yang ada, mereka bergelak tawa ria. Karena, dua pembawa acara, terus membanyol. Priyo Putro dan Linda, merekalah MC acara di sore tadi (19/05). Suasana peluncuran buku di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, itu pun jadi sangat santai. Dua MC itu, bukan sewaan. Prio adalah ketua DPC Magelang, Jawa Tengah. Sementara Linda, sekretaris DPC Lahat, Sumatera Selatan.

Alhasil, launching buku itu pun jadi berbeda. Padahal, buku yang diluncurkan, sangat serius sifatnya. “SBY Ruh Partai Demokrat”, begitu judulnya. Isi buku itu, menegaskan memang SBY sama sekali tak bisa dipisahkan dari PD.

Sewaktu memberi sambutan, AM pun berkisah panjang. Dia menegaskan SBY memang ruhnya PD. SBY, katanya, memang ruhnya PD. “Tidak bisa dipisahkan,” tegasnya. AM pun panjang lebar menjabarkan. AM yang meraih Doktor ilmu politik di usia 34 tahun itu, memberikan penjabaran panjang. SBY, katanya, memang yang tahu persis ruh-nya PD ini. “Dia yang tahu cita-cita, pemikiran, dan gagasan PD ini,” katanya.

“Ada pengamat yang ngomong, kedepan PD mesti jadi partai modern, untuk jadi partai modern itu PD harus mampu melepaskan diri dari SBY, itu jelas salah kaprah,” tegasnya. Kata AM, partai modern itu bukan mesti begitu. Partai modern maksudnya ialah partai yang dibangun dengan organisasi yang modern. Sebuah organisasi modern, diseluruh dunia, haruslah punya nilai. “Nilai itu bersumber dari ruhnya, nah ruh PD ini ada di SBY, sang pendiri” terangnya. “Bayangkan bila badan dipisahkan dari ruhnya, tentu akan pincang, ibarat zombi,” tukas AM lagi.

Seluruh parpol, bahkan negara, sambung AM lagi, didirikan karena pemikiran-pemikiran besar dari pendirinya. “Indonesia besar karena gagasan Soekarno, India menjadi negara karena pemikiran Ghandi, Amerika berdiri karena gagasan George Washington, Afrika Selatan lahir karena Mandela, jadi pendiri itulah yang tahu ruh-nya,” jabarnya lagi. Begitu juga dengan PD. “Tugas kita saat ini bagaimana menginstitusikan, melembagakan, pemikiran-pemikiran pendiri itu, dilembagakan menjadi organisation value” tambahnya. Nah, “SBY itu ruh-nya Demokrat, tanpa ruh itu, PD tak ada bedanya dengan parpol lain,” AM lagi. “Jika ada pakar yang bilang PD mesti jadi partai modern, tapi melepaskan ruhnya, itu jelas salah kaprah,” katanya. “Tapi sangat disayangkan bila ada kader yang ngomong begitu, bukan salah paham lagi, tapi paham-nya yang salah,” tegas AM.

Sepanjang AM bicara, seluruh DPC dan DPD yang hadir, terkesima sekali. Tak ada suara bicara, berbisik pun tak terdengar sekali. Gaya bicara AM membuat yang ada, terhenyak.

Terakhir, menutup acara itu, Priyo, sang MC, melantunkan pantun.

Naik sampan ke kota Padang
Jangan lupa pakai dasi
AM memang orangnya tampan
Jadi ketua umum, karena aklamasi

Seluruh yang hadir pun, terpingkal lagi. (irw)

*) Detiknews, 19 Mei 2010 dengan judul asli “AM : ‘Salah Kaprah Bila Ingin Pisahkan SBY Dari P”

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan