-->

Kronik Toggle

Tujuh Orang Raih Hadiah Sastra Rancage 2010

Bandung – Yayasan Kebudayaan Rancage mengumumkan sastrawan peraih Hadiah Sastra 2010. Penghargaan ke-22 itu diberikan untuk karya buku sastra berbahasa daerah terbaik dan orang-orang yang melestarikan bahasa daerah. Penyerahan hadiah akan dilakukan Mei mendatang di Universitas Negeri Yogyakarta.

Menurut Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip Rosidi, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo hari ini (3/2), dewan juri memilih buku sastra yang ditulis dengan bahasa Sunda, Jawa, Lampung, dan Bali. Buku sastra Sunda yang terpilih berjudul Sanggeus Umur Tunggang Gunung karya Usep Romli H.M. Sedangkan buku bahasa Jawa terbaik diraih Layang Panantang karya Sumono Sandi Asmoro.

Dewan juri juga memilih buku berjudul Leak Pemoroan karya I Wayan Sadha dari Bali dan Cerita-cerita Jak Bandar Negeri Semuong tulisan Asarpin Aslami dari Lampung. Selain itu, hadiah juga diberikan kepada empat orang yang berjasa memperkaya dan melestarikan bahasa daerah. Mereka adalah Karno Kartadibrata, Bonari Nabobenar, dan Agung Wiyat S.Ardhi.

Seluruh pemenang itu terpilih dari buku-buku sastra berbahasa daerah yang baru terbit atau hasil cetak ulang sepanjang 2009. Kali ini, Hadiah Samsudi untuk bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda urung diberikan karena tak ada buku yang layak. Dewan juri hadiah tersebut melibatkan Ajip Rosidi, Sri Widati Pradopo, dan I Made Darma Putra.

Hadiah Sastra Rancage adalah penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap berjasa bagi pengembangan bahasa dan sastra daerah. Pada 1989-1993, penghargaan tersebut hanya diberikan untuk buku sastra Sunda. Sejak 1994, penghargaan juga diberikan untuk buku sastra Jawa, Bali mulai 1998, dan sastra Lampung pada 2008.

*) Dikronik dari media online tempointeraktif, 3 Februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan