-->

Kronik Toggle

Ratusan Buku Perpustakaan Kediri dicuri

Kediri – Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Kediri, Yetty Sisworini mengaku kerap kehilangan ratusan buku yang dicuri orang. Kondisi ini mengancam kelangsungan perpustakaan tersebut sebagai salah satu upaya mencerdaskan masyarakat.

Menurut Yetty, buku-buku yang raib tersebut disebabkan banyaknya peminjam yang sengaja mencuri koleksi perpustakaan milik pemerintah ini. Menurut catatan Yetty, setiap tahun rata-rata jumlah buku yang hilang mencapai 100 hingga 150 judul buku. Ironisnya buku-buku yang hilang itu memiliki nilai ekonomi tinggi hingga menyulitkan petugas perpustakaan untuk menggantinya. “Bukannya bertambah, koleksi kami justru berkurang,” keluh Yetty, Sabtu (6/2).

Raibnya buku-buku tersebut diduga akibat ulah para peminjam yang tidak mengembalikannya ke perpustakaan. Hal ini dimungkinkan terjadi akibat lemahnya sistem peminjaman buku oleh masyarakat tanpa jaminan atau agunan sama sekali.

Setiap warga yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) perpustakaan diperkenankan membaca dan membawa pulang koleksi buku yang ada. “Padahal maksud kami untuk merangsang minat baca dengan kemudahan itu,” kata Yetty.

Untuk mengurangi tindak pencurian tersebut pengelola Perpustakaan berharap ada payung hukum dari Wali Kota Kediri dalam pembuatan KTA. Selain menyerahkan kartu identitas berupa KTP, para peminjam juga diminta menyerahkan uang jaminan antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Sehingga jika terjadi tindak pencurian atau kehilangan buku petugas tidak terus-menerus menderita kerugian.

Keberadaan buku-buku tersebut, menurut Yetty, sangat bermanfaat untuk menunjang operasional perpustakaan keliling. Saat ini kantor tersebut memiliki satu unit mobil baca yang membawa 1.632 judul buku. Mobil tersebut telah beroperasi dan menjangkau masyarakat umum yang kesulitan menjangkau kantor perpustakaan.

*) Dikronik dari Tempointeraktif, 6 februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan