-->

Kronik Toggle

Pesan Sayang lewat Operet dan Buku

SUKOLILO Bunga, tumbuhan, ikan-ikan di laut, dan berbagai makhluk hidup lain sedang melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, tiba-tiba datang awan besar. Gumpalan uap air di langit itu merasa kepanasan karena matahari bersinar begitu terang.

Awan besar tersebut akhirnya menutupi matahari agar sinarnya tidak lagi terik. Namun, bumi justru dilanda kegelapan. Pohon jadi layu karena tidak mendapatkan sinar matahari. Hewan-hewan tertidur berhari-hari karena menganggap hari masih malam.

Itu merupakan penggalan kisah operet yang dimainkan siswa-siswi PG-TK Buah Hati kemarin (6/2). Operet yang berjudul Living in Harmony tersebut menceritakan bagaimana seharusnya semua makhluk Tuhan bisa hidup berdampingan. Tidak saling merugikan, justru saling membantu.

Di akhir cerita, awan kecil yang meminta awan besar untuk minggir. Si kecil menjelaskan bagaimana akibat perbuatan si besar. Meski kadang bersinar terlalu terik, sang surya sangat berguna bagi seluruh makhluk hidup. Awan besar akhirnya tidak lagi menghalangi matahari dan seluruh makhluk pun bersukacita.

“Seluruh siswa-siswi PG-TK Buah Hati ikut main dalam operet ini,” ujar Kepala PG-TK Buah Hati Amelia Imago. Operet yang berlangsung di atrium center Galaxy Mall itu merupakan pengantar untuk kegiatan yang dilakukan siswa-siswi PG-TK Buah Hati dan Sekolah Kristen Cita Hati.

Selain operet, dua sekolah tersebut mengumpulkan buku-buku yang akan disumbangkan ke sejumlah Paud di Surabaya. Pertunjukan kemarin dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Dyah Katarina. Istri Wali Kota Bambang D.H. itu yang menerima sumbangan buku untuk Paud. (sha/fid)

*) Dikronik dari Jawa Pos, 7 Februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan