-->

Kronik Toggle

Pendataan Perpustakaan Ditunda

BOJONEGORO – Perhatian pemkab dan DPRD terhadap pembangunan karakter manusia ternyata sangat rendah. Buktinya, alokasi dana untuk minat baca di Bojonegoro cukup minim. Selain itu, pengelola perpustakaan daerah (perpusda) juga kurang ktratif mengembangkan minat baca.

”Untuk tahun ini masih belum tahu dana yang turun untuk perpusda berapa, sehingga kelanjutan pendataan perpustakaan sekolah juga belum tahu,”kata Muskram Kasi Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Bojonegoro kepada Radar Bojonegoro kemarin (17/2).

Minimnya dana juga berakibat tertundanya pendataan perpustakaan di tiap kecamatan. Harapannya, pada tahun ini tetap ada pendataan perpustakaan di 17 kecamatan tersisa. Sehingga, perpusda bisa mengetahui kondisi kelembagaan di masing-masing perpustakaan Bojonegoro.

Mengacu pada dana perpusda pada tahun lalu senilai Rp 133 juta, banyak terserap untuk operasional pengadaan buku, pemeliharaan mobil perpus keliling, sosialisasi dan pelatihan-pelatihan.

Pada tahun akhir tahun lalu, pendataan dilakukan di sekolah jenjang SMP, MTs, SMA dan SMK yang tersebar di 10 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Baureno, Dander, Trucuk, Kalitidu, dan Purwosari.

Dari data yang terkumpul di 10 kecamatan tersebut, jenjang SMA/SMK negeri dan swasta ada 48 perpustakaan, sementara untuk jenjang SMP/MTs ada 41 sekolah.selain data jumlah perpustakaan, fakta yang terkumpul adalah, banyak sekolah yang belum memiliki tenaga pustakawan. Selebihnya adalah tenaga honorer atau PNS yang diperbantukan di perpustakaan sekolah. ”Hanya ada lima pustakawan yang dimiliki, antara lain tiga di Kecamatan Kota, masing-masing satu orang di Kecamatan Baureno dan Sumberrejo,”papar mantan Kasubbag Dinas Sosial Lamongan ini.

Selain itu, dari 89 perpustakaan yang terdata, 77 lembaga sudah mempunyai struktur organisasi, 16 mempunyai Surat keputusan pendirian, program kerja 63 sekolah dan yang sudah menyusun laporan ada 53 sekolah.

Dengan kondisi tersebut, perpustakaan daerah terus mencoba untuk mengembangkan minat baca masyarakat dengan dana yang akan dialokasikan pada tahun ini.(tis)

Sumber: Radar Bojonegoro, 19 Februari 2010 (Rekomendasi Eri Irawan)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan