-->

Kronik Toggle

Obituary:Antonius Irving Rivai Noor

TANGERANG– Hari Minggu (28/2) tepat pukul 14.00, peti jenazah Antonius Irving Rivai Noor (60) masuk dalam ruang oven di ruang kremasi Oasis Lestari di kawasan Bitung, Tangerang, disaksikan istri almarhum, Ny Sri Wahyuni Ediati dan dua anaknya, Ryan Avestiloka Noor dan Ajeng Respatria Noor.

“Irving yang meminta jika dia meninggal agar dikremasi di tempat ini,” kata Yoseph Suhirno, sahabat dan tetangganya di kompleks Kompas Ciputat. Irving meninggal dunia pada hari Sabtu (27/2/10) pukul 15.30 di RS Mitra Keluarga Depok, setelah selama tiga hari terbaring koma, tak sadarkan diri. Diduga Irving mengalami tekanan darah tinggi.

CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo mengatakan, almarhum Irving Noor telah mengabdikan dirinya selama 30 tahun bekerja sebagai wartawan Kompas. Walaupun Irving telah meninggal dunia, namun yang tidak bisa dilupakan adalah hasil karyanya. Irving telah memberi sesuatu kepada perusahaan.

“Selamat jalan Mas Irving. Yang baik selalu dikenang. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berdoa semoga diberi ketabahan,” kata Agung Adiprasetyo ketika acara pelepasan jenazah di ruang kremasi Oasis Lestari. Tampak hadir Rudy Badil, pensiunan wartawan Kompas, dan beberapa wartawan senior Kompas lainnya.

Antonius Irving Rivai Noor atau dikenal dengan inisial IR baru saja pensiun sebagai wartawan Kompas. IR masuk Kompas 1 Februari 1977. Irving menghabiskan banyak waktunya di Desk Olahraga. Dia banyak meliput dan menulis cabang olahraga beladiri (tinju, taekwondo, gulat, karate, silat) dan otomotif. Demikian pula cabang sepakbola, atletik, bulutangkis, panahan, dan renang. Juga dalam liputan khusus PON, SEA Games, dan Asian Games.

Irving pernah juga menjadi wakil editor di Desk Metropolitan Kompas.

Di lingkungan pergaulan sesama wartawan, IR dikenal sangat bersahabat, humoris, dan rendah hati.  IR tidak saja menjadi teman bekerja, tetapi juga menjadi tempat bagi wartawan yunior untuk menimba ilmu dan pengalaman. Lebih dari itu, IR sering menghidupkan suasana kerja di Desk Olahraga dengan keceriaan.

Loyalitas almarhum kepada Kompas juga tidak pernah surut. Meski telah pensiun, IR masih tergerak untuk menulis, memberikan masukan tentang kasus pemukulan salah satu mantan petinju nasional, Syamsul Anwar. Tulisan terakhirnya, yang diterbitkan Sabtu, 24 Oktober 2009 itu berjudul ”Melorotnya Sebuah Sportivitas”.

Selamat jalan, sahabat kami Irving Noor…

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan