-->

Kronik Toggle

Majalah BHINNEKA Diluncurkan

SURABAYA,I:BOEKOE-Bhinneka Tunggal Ika seringkali dimanipulasi oleh pejabat pemerintah. Maknanya menjadi setengah hati dan cenderung pada ‘tunggal ika’-nya. Sementara ‘bhinneka’ yang berarti keragaman banyak terbaikan di berbagai sisi fundamental. Pernyataan itu disampaikan Soe Tjen Marching Pimpinan redaksi majalah Bhinneka, dalam diskusi dan peluncuran di Pusat Kebudayaan Prancis, Surabaya, malam ini (11/2).

Majalah dwi mingguan yang didanai oleh Kedutaan Britania Raya dan beberapa donatur lain ini telah terbit 5 kali dengan topik berbeda;Pemilu, Etnis Minoritas, Lingkungan Hidup, Tradisi, dan Seks. ‘Bhinneka, karena Indonesia tidak tunggal ika’, begitu motto yang dipilih majalah yang dibagikan gratis di 18 kota di Indonesia ini.

Dikerjakan bersama Lembaga Swadaya Masyarakat GAYa NusANTARA, majalah ini ingin memberi alternatif bacaan pada masyarakat Indonesia. Dede Utomo, pimpinan GAYa NUSANTARA yang juga menjadi pembicara dalam diskusi mengatakan, “Selama ini kebhinekaan seringkali disangkutkan dengan etnis, agama, dan budaya. Jarang sekali yang memikirkan tentang kebhinekaan seksualitas. Seksualitas biasanya hanya dibatasi pada laki-laki dan perempuan. Padahal sebenarnya ada banyak ragam lainnya. GAYa NUSANTARA berusaha menampung keberagaman seksualitas ini”

Diskusi yang juga menghadirkan Slamet Syukur sebagai pembicara ini selain mengupas kelebihan dan kekurangan majalah Bhinneka, juga membahas bagaimana pemerintah menggunakan kata ‘bhinneka’ hanya untuk basa-basi dan slogan semata.

Selain dibagikan gratis, majalah ini juga memberi ruang pada penulis muda untuk menuangkan karyanya. Bhinneka menggunakan bahasa yang lebih populis sehingga artikel yang masuk pun tak mesti membahas hal yang berat. “Sasaran kami memang segala lapis dan segala kelas pembaca, maka bahasanya pun kami pilih yang bisa komunikatif dan sederhana” terang Antok Sirean, salah satu Redaktur Bhinneka. (DS)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan