-->

Lainnya Toggle

KOMENTAR DEWAN PEMBACA:Kuasa dalam Sinema

  • “Buku ini bukan buku, tetapi disertasi. Dingin, cenderung membosankan!”
  • Bambang Haryanto, pendiri dan juru bicara Jaringan Epistoholik Indonesia (JEI)
    Buku Favorit: (1) The Long Tail karya Chris Anderson; (2). The Tipping Point karya Malcolm Gladwell

  • “Buku yang penuh gizi ini harus hadir dengan penerjemahan yang kaku, yang membikin buku ini tak rileks dibaca, yang mengharuskan pembaca senantiasa mengerutkan kening mengikuti baris demi baris kalimatnya yang tak mengalir lancar. Buku ini menyegarkan, kendati sajiannya tak menggairahkan!”

Eri Irawan, jurnalis dan alumnus Universitas Jember
Buku Favorit: (1) Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer; (2) Era Baru Kebijakan Fiskal karya Anggito Abimanyu (editor)

  • “Meski Kuasa Dalam Sinema memfokuskan diri pada dunia perfilman, membaca buku ini perlu perluasan pengamatan bahwa film sebagai sebuah bentuk budaya layar. Di sini dapat diikutkan produk sejenis misalkan sinetron hingga iklan di televise, dan video klip. Maka dari itu, diam-diam budaya layar Indonesia hari ini pun masih dihantui oleh (warisan) kolonialisme, patriarki, militerisme, seksisme, hingga orientalisme. Apa-apa yang mempesona tatapan, di baliknya hadir kuasa, baik kuasa dari luar, maupun kuasa yang selama ini terepresi dalam diri penonton. Jika kuasa adalah konstruksi wacana, maka perlu diperiksa bagaimana wacana tersebut diberlangsungkan hingga hari ini.”
  • F.X. “Koskow” Widyatmoko, perupa dan staf pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
    Buku Favorit: (1) Hanuman, Tarzan, Homo Erectus karya Sardono W. Kusumo; (2) Jazz, Parfum, dan Insiden karya Seno Gumira Ajidarma

  • “Buku ini penting lantaran kita tak punya banyak buku film yang disusun dengan kritis. Paling tidak buku ini banyak menginspirasi periset-periset film berikutnya bagaimana mengkaji teks-teks film.”

Muhidin M Dahlan, penulis buku dan editor portal berita buku indonesiabuku.com
Buku Favorit: (1) Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer; (2) Haji karya Ali Syariati

  • “Siapapun pembuat filmnya, penguasa adalah sutradara yang sesungguhnya. Barangkali saya terlalu berlebihan.”
  • Subhan “Galih” Ahmad, peneliti di Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta
    Buku Favorit: (1) Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer; (2) Memoir karya Mohammad Hatta

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan