-->

Kronik Toggle

Tak Ada Penjualan Skripsi di Unhas

MAKASSAR — Dekan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin Prof Burhanuddin Arafah, MHum, PhD, Jumat (5/2) di Makassar, membantah skripsi dan buku Perpustakaan Fakultas Sastra dijual kiloan.

Burhanuddin menduga, skripsi dan buku perpustakaan yang diperoleh sejumlah mahasiswa dan dosen adalah skripsi dan buku yang dicuri dari Perpustakaan Fakultas Sastra ketika atap ruang perpustakaan direnovasi tahun 2008.

”Saat itu diketahui ada beberapa skripsi dan buku yang dicuri. Jumlahnya saya tidak tahu. Saya baru jadi dekan sejak Mei 2009. Saya pastikan tidak ada skripsi dan buku perpustakaan yang dijual kiloan, termasuk pada 21 November 2009. Yang ada hanya penjualan kertas yang sudah lapuk. Itu pun atas inisiatif petugas cleaning service,” katanya.

Secara terpisah, Rektor Unhas Prof Dr Idrus Paturusi meminta Dekan Fakultas Sastra menjelaskan hal itu secara terbuka agar tidak terbangun citra negatif terhadap Unhas. Rektor menyatakan akan menggalakkan kembali digitalisasi karya akademik yang dirintis empat tahun lalu.

Burhanuddin menyatakan telah beberapa kali meminta skripsi dan buku yang dianggap sebagai bukti dugaan penjualan skripsi dan buku secara kiloan itu. Namun, mahasiswa yang mengaku melihat penjualan skripsi dan buku tidak pernah menunjukkan.

”Saya kecewa karena dosen yang memegang skripsi dan buku itu menolak menyerahkan kepada tim klarifikasi. Ada yang memberi informasi kepada saya, ada buku perpustakaan jurusan yang diambil untuk menjerat saya bahwa ada penjualan skripsi dan buku,” kata Burhanuddin.

Dosen Fakultas Sastra, Andi Akhmar, SS, MHum, (bukan A Rahman sebagaimana diberitakan sebelumnya) menepis dugaan Burhanuddin bahwa skripsi dan buku perpustakaan yang kini ia simpan adalah buku curian.

”Saya mendapatkan buku itu dari mahasiswa. Namun, saya percaya skripsi dan buku itu bukan dicuri dari perpustakaan. Saya percaya kepada keterangan mahasiswa yang menyatakan bahwa skripsi dan buku itu dipungut dari karung buku yang dijual petugas cleaning service. Saya juga telah bertemu dengan petugas cleaning service itu,” kata Akhmar.

Sumber: Kompas, 6 Februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan