-->

Kronik Toggle

Buku Sejarah Kebudayaan Lampung Siap Terbit

BANDAR LAMPUNG, — Para budayawan, pengamat, jurnalis, tokoh adat, dan peneliti kebudayaan Lampung saat ini sedang menggarap buku tentang sejarah kebudayaan Lampung dengan judul tentatif “Kebudayaan Lampung dalam Berbagai Klaim”.

Budi Hutasuhut selaku Direktur penerbit Matakata yang akan menerbitkan buku tersebut pada Sabtu (20/2/2010) di Bandar Lampung mengatakan, buku itu merupakan kumpulan tulisan tentang berbagai versi mengenai kebudayaan Lampung.

“Semua versi tentang kebudayaan Lampung yang mempertegas bahwa kebudayaan Lampung itu satu, tetapi memiliki kekayaan khazanah sub-budaya yang beragam, dan setiap sub-budaya memiliki khazanah nilai yang pantas dilestarikan,” kata dia.

Dalam buku tersebut akan ditemukan tulisan tentang Paksi Pak di Lampung Barat, Abung Sewo Mego di Lampung Utara, Mego Pak di Tulangbawang, Pubian di Bandar Lampung dan Tanggamus, dan lain sebagainya.

“Ada juga tulisan tentang khazanah bahasa Lampung dengan berbagai dialek yang diyakini setiap sub-budayanya, “kata dia.

Menurut Budi, keluhan banyak kalangan tentang minimnya buku khazanah kebudayaan Lampung akan terjawab dengan terbitnya buku itu, sekaligus menambah khazanah penerbitan buku lokal yang masih minim di daerah tersebut.

Pada awal 2010 dalam rangka mewujudkan visi “Membukukan Lampung, Melampungkan Buku”, Matakata telah menerbitkan dua buku karya akademisi Universitas Lampung, Nilla Nargis Yohansyah, yang berjudul Merawat Hati, Membangun Keluarga Sakinah dan Metamorfosis Kemiskinan. “Kami akan menerbitkan 10 buku pada 2010,” kata Budi.

Penerbit Matakata merupakan divisi usaha dari Yayasan Sekolah Kebudayaan Lampung (SKL) yang didirikan pada 2004.

Yayasan SKL merupakan wadah nirlaba yang berorientasi membudayakan tradisi menulis dan membaca di lingkungan masyarakat Lampung dengan menggelar berbagai pelatihan penulisan dan penerbitan buku.

Sejak 2007, Penerbit Matakata dipecah dua divisi, yaitu Penerbit Matakata dan Penerbit BE Press.

Dia menerangkan, Penerbit Matakata khusus untuk menerbitkan buku teks untuk umum, sedangkan Penerbit BE Press dikhususkan untuk menerbitkan buku berbahasa Lampung dan khazanah dongeng Lampung dan keduanya berada di bawah naungan Yayasan SKL.

*) Dikronik dari Kompas online, 20 februarai 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan