-->

Tokoh Toggle

Anik Pantja, ''Dokter'' Mesin Tulis dan Hitung

Anik Pantja“SAYA bisa melakukan pekerjaan seperti ini karena melihat almarhum papa (J.B. Pantja),” ungkap Anik Pantja, 50. Sang ayah me­mang memiliki profesi sama dengan dirinya. Ketika masih hidup, dia juga ahli mereparasi mesin tulis dan hitung.

Setelah lama melihat, Anik belia tertarik men­coba mengutak-atik beraneka mesin manual itu. Misalnya, mesin ketik, stensil, hing­ga numerator. Tapi, keinginan itu tidak di­res­tui papanya. “Papa mengatakan, pe­ker­jaan reparasi seperti ini untuk orang laki-laki,” ucap ibu satu anak tersebut.

Meski pekerjaan itu khas pria, Anik tetap belajar. Hasilnya, sampai sekarang dia men­jadi tukang reparasi mesin tulis dan ketik manual. “Sudah dua puluh tahun saya me­la­ku­kan pekerjaan ini,” katanya.

Selama kurun waktu tersebut, sudah ba­nyak mesin yang diperbaiki. Bak seorang dok­ter, Anik “mengoperasi” macam-macam me­sin dengan seksama. Memperlakukannya ba­gai pasien yang butuh pertolongan. “Saat me­sin dibawa kepada saya, pemiliknya se­lalu saya tanya, apa ‘sakit’ dan keluhan mesinnya?”

Setelah mendengar penjelasan empunya mesin, Anik langsung paham yang harus dikerjakan. Sebab, menurut dia, tindakan mengatasi masing-masing mesin tidaklah sama. “Setelah tahu penyakit utamanya, saya cari penyakit lain yang mungkin ada,” tegasnya. “Servis terbaik untuk pelanggan. Itu yang terpenting,” imbuh perempuan kelahiran Tuban tersebut.

Selama menjadi tukang reparasi, Anik me­ngaku kadang-kadang mengalami kesulitan. Ter­utama bila harus membenahi mesin elektrik. Agar kerusakan teratasi, dia njelimet mencari kabel yang tepat untuk membetulkan. “Se­makin sulit, saya semakin tertantang mem­perbaiki,” ujarnya.

Kalau sudah seperti itu, dia harus telaten. Ke­telatenan diperlukan karena yang dihadapi adalah mesin. Banyak kabel yang juga me­miliki banyak fungsi. “Jangan sampai salah lang­kah saat proses reparasi,” ungkapnya. “Se­lain telaten, harus teliti,” lanjut dia.

Karena pekerjaannya tergolong minim saing­an dan malang melintang di dunia re­parasi mesin, Anik cukup terkenal. Hampir se­mua sekolah serta instansi di Jawa Timur menyerahkan urusan reparasi mesin tulis dan hitung manual kepada dirinya. Bila bersifat darurat, Anik menjadi tukang reparasi panggilan. “Saya enjoy melakukan pekerjaan ini. Tidak ingin beralih memperbaiki mesin modern,” tekadnya. (may/nda)

*)Dikronik dari Jawa Pos, 6 Februari 2010

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan