-->

Tokoh Toggle

Andy F Noya: Mengusung Buku ke Layar Kaca

kickandySupriyanto, pustakawan Perpustakaan Universitas Gajah Mada dalam artikelnya “Dampak Menonton Televisi Versus Minat Baca”, mengutip Zulkarnaen Nasution tentang dampak buruk televisi bagi anak-anak:

  1. Meniru perbuatan kekerasan
  2. Tidak dapat membedakan khayalan dan kenyataan
  3. Menghabiskan waktu untuk aktivitas lain
  4. Mengurangi minat belajar
  5. Mengurangi identitas nasional dan kekaguman berlebihan pada budaya barat
  6. Mengaburkan nilai-nilai agama

Demikian panjang “dosa” kotak kaca bergambar itu sampai-sampai ada Gerakan Matikan Televisi yang diusung Koalisi Nasional Hari Tanpa Televisi. Mereka menyatakan keprihatinannya pada kualitas siaran televisi negeri ini dengan mengajak mematikan TV sehari penuh pada 20 Juli 2008 lalu.

“ Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibandingkan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah mengkhawatirkan” tutur Peneliti dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), Nina Mutmainnah Armando, salah satu anggota koalisi.

Demikian khawatir masyarakat kita akan dampak buruk televisi, terutama pada anak-anak. Pada titik ini televisi berada di keadaan anomali. Disatu sisi dihujat-hujat tapi disisi lain demikian digandrungi nyaris tak terhindarkan. Ditengah kekhawatiran itu seorang laki-laki berambut ikal menyeruak ke layar kaca dengan misi tontonan yang beda. Andy F Noya, namanya.

Andy di daulat untuk menjadi host sebuah acara talk show di stasiun tv tempat ia bekerja. Kick Andy Show tajuk acara itu. Sebuah acara bincang-bincang yang mendatangkan bintang tamu. Seperti laiknya acara serupa, Kick Andy memiliki konsep tontonan yang hampir sama. Ada bintang tamu, berbagi pengalaman, ada sesi interaktif dengan penonton, diselingi sedikit hiburan, dan hadiah kejutan di akhir acara. Tapi ada yang membuat acara ini ‘beda’.

Selain cara Andy memandu yang santai dan khas, muatan acara ini juga lebih berbobot. Setiap tamu yang datang diharapkan bisa memberi inspirasi positif bagi pemirsanya. Karena itu tema-tema yang diambil pun cenderung  humanis (Sosok pembuat kaki palsu, optimisme seorang guru pedalaman, perjuangan melawan stigma AIDS,dll).

Istimewanya lagi, diakhir acara, Andy selalu membagikan buku untuk semua penonton yang hadir di studio. Ya, buku-buku itu dibagikan gratis. Tidak hanya itu, buku-buku juga dibagikan pada pemirsa di rumah yang mengunjungi situsnya.

Andy membagikan buku gratis bukan tanpa alasan. Semasa mudanya, Andy yang berasal dari keluarga yang tak terlampau berkecukupan-ibunya ibu rumah tangga biasa dan ayahnya juru reparasi mesin ketik- sangat gandrung membaca. Karena keadaan ekonominya pas-pasan, Andy sering tak dapat memenuhi keinginannya membaca buku yang didamkan.

Dari situ ia ‘mendendam’. Maka ketika hidupnya cukup mapan sebagai wakil pemimpin redaksi Metrotv, ia sangat ingin membagikan buku gratis pada siapa saja. Ia tahu betapa tak enaknya tak bisa membaca buku dan betapa nikmatnya mendapat buku yang diinginkan. Acara Kick Andy menjadi jembatannya menyalurkan ‘dendam’ itu.

Dalam rekaman pesan video yang disampaikan saat menerima Kuntowidjoyo Award dari penerbit Mizan tahun 2008 lalu,  Andy mengatakan bahwa buku adalah harta karun yang tidak pernah habis digali,

“Buku juga sangat penting dalam kehidupan. Saya juga dendam pada buku, karena waktu kecil saya mengalami betapa sulitnya mendapatkan buku. Kedudukannya sama dengan kebutuhan makan,”

Penghargaan itu diberikan dalam acara peringatan 25 tahun Mizan. Sekretaris Mizan, Putut Widjanarko mengatakan alasan memilih  Andy karena Andy dianggap telah banyak memberikan inspirasi kepada masyarakat tentang hal-hal bersifat kemanusiaan, juga memajukan dunia perbukuan nasional lewat promosi dalam program Kick Andy-nya.

Kick Andy yang awalnya hanya talkshow dengan memberikan bingkisan bukusemata  itu lama kelamaan menarik antusiasme penggemarnya untuk membuat klab buku. Kick Andy Book Club (KABC) namanya.

Bersama klab buku ini Andy sering menggelar diskusi seputar buku dan membuat program penyaluran buku bekas layak baca bagi sejumlah perpustakaan, bekerjasama dengan berbagai LSM dan komunitas buku. Buku-buku bekas layak baca ini diperoleh dari sumbangan para penonton Kick Andy di studio. Andy juga sudah menerbitkan dua buku, Kumpulan Kisah Inspiratif Kick Andy, dan yang terbaru adalah Andy’s Corner.

Banyak orang mengatakan, bahkan istri Andy, Upi F Noya, mengakui bahwa acara Andy mirip dengan Oprah Winfrey, ratu talkshow paling tersohor dari negeri Paman Sam itu. Andy dan Oprah sama-sama mencintai buku dan sering menampilkan individu-individu yang memiliki pengalaman sangat inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Oprah, yang pernah berada di jajaran paling atas wanita terkaya di dunia versi majalah Fobes di tahun 2007 itu adalah juga penekun buku yang gigih. Melalui acara bincang-bincang di televisi yang menyadur  namanya Oprah Winfrey Show, ia menularkan kegemarannya membaca pada penggemarnya.

Oprah Winfrey Book Club, dikawalnya sendiri dengan keseriusan yang tak setengah-setengah. Awalnya sejak berdiri tahun 1996, setiap bulan ia memilih satu buku untuk enam tahun berikutnya . Buku itu dibaca bersama dan kemudian di diskusikan dengan anggota klab. Tapi karena ia kesulitan menemukan buku yang disukainya ia sempat menghentikan aktivitas klab di tahun 2002. Baru ditahun 2003 ia mulai memilih buku lagi dengan membatasi 3-4 buku saja setahun.

Klab buku ini bukan sekedar klab yang membahas isi buku dengan cengegesan atau sambil arisan. Mereka membahas dengan serius setiap isu yang dibawa dalam buku. Kadang Oprah mengangkatnya dalam tema talkshownya.

Kathleen Rooney,dalam Reading with Oprah: The Book Club That Changed America, menggambarkan Oprah sebagai “seorang intelek Amerika yang menjadi pioner penggunaan media elektronik, khususnya televisi dan internet, untuk membaca-yang dianggap sikap individu yang tinggi dan non teknologis- dan mengangkat elemen sosialnya serta menggunakannya sebagai cara untuk memotivasi jutaan orang yang tak membaca untuk mengambil buku dan kemudian membaca”  (Wikipedia,Oprah Winfrey Book club)

Oprah dan Andy adalah segelintir pelaku media yang coba memerangi kutukan pada televisi sebagai barang yang merusak jiwa penontonnya. Mereka membuktikan bahwa televisi hanyalah alat. Tinggal bagaimana menggunakan alat itu agar tak melukai tapi memberi manfaat.

Dan sebagai pecinta buku, mereka meyakini bahwa buku bisa diusung keranah dunia kaca. Televisi memiliki magnet yang bisa dimanfaatkan untuk menarik orang menjadi gemar membaca. Dengan begitu, televisi akan menjadi sahabat yang karib, membagi kebajikan dan menebar keluasan ilmu pengetahuan. Televisi dan buku menjadi media yang mencerdaskan bukan dua musuh yang saling menikam. Buku televisi. (Diana AV Sasa)

1 Comment

Mansueta Saiman - 06. Nov, 2013 -

Buku serta tayangan Kick Andy di Metro Tv sangat menginspirasi saya. kalo boleh buku serta kisah inspirasi narasumber dikirim via email

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan